Berita

Feel Good Network memperluas ekosistem kreatif independennya dengan menggandeng Lengua, social-first creative agency (Foto: Istimewa)

Bisnis

Algoritma hingga Kreator Ubah Cara Brand Berebut Perhatian

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perubahan perilaku konsumen di media sosial membuat brand tak lagi bisa menempatkan media sosial sekadar sebagai kanal distribusi kampanye. 

Platform digital kini ikut menentukan bagaimana sebuah brand ditemukan, dibicarakan, dan dipercaya konsumen.

Melihat perubahan tersebut, Feel Good Network memperluas ekosistem kreatif independennya dengan menggandeng Lengua, social-first creative agency, yang fokus pada strategi media sosial, produksi konten, storytelling berbasis platform, dan engagement melalui creator.


Masuknya Lengua memperkuat kemampuan jaringan dalam menggabungkan pemahaman budaya, perilaku audiens, karakter platform, creator, hingga produksi konten dalam satu strategi.

Rekam jejak Lengua salah satunya terlihat dari kolaborasinya dengan Grab Indonesia. Sejak 2024, Lengua telah terlibat dalam lebih dari 40 kampanye Grab.

Salah satunya #MelajuDenganSyantiek yang mengemas program perekrutan pengemudi perempuan menjadi percakapan yang lebih luas. Kampanye tersebut menghasilkan 26,6 juta views, 8 juta reach, 1,3 juta engagements, lebih dari 20.000 prospek pengemudi perempuan, serta estimasi ROI sebesar 2,82 kali.

Sepanjang 2026, Lengua juga meraih 16 penghargaan dari Hashtag Asia Awards dan Content Marketing Awards Asia-Pacific (CMAA), terdiri dari dua Gold, empat Silver, dan 10 Bronze.

Co-Founder & CEO Feel Good Network Wisnu Satya Putra mengatakan integrasi Lengua bukan sekadar menambah layanan, tetapi memperkuat kapasitas jaringan menghadapi lanskap sosial yang semakin kompleks.

“Bergabungnya Lengua bukan sekadar tentang memperluas layanan yang kami tawarkan. Ini adalah tentang memperkuat ekosistem yang telah kami bangun. Ketika brand menghadapi platform sosial yang semakin kompleks, mereka membutuhkan para spesialis yang memahami budaya, algoritma, creator, dan konten, semuanya terhubung dalam satu strategi pertumbuhan,"  ujar Wisnu Satya Putra, Co-Founder & CEO of Feel Good Network, dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026.

Sementara itu, Co-Founder & Managing Director Lengua Darryl Driyarto Han menegaskan integrasi tersebut tidak mengubah pendekatan yang selama ini dibangun Lengua.

“Kami tidak pernah menjadi agensi yang paling lantang di dalam sebuah ruangan, dan itu merupakan pilihan yang kami ambil secara sadar. Selama bertahun-tahun, kami berfokus membangun craft, people, dan perspektif berbasis budaya yang berangkat dari pemahaman terhadap manusia sebelum platform," ujar Darryl.

Ia melanjutkan, bergabung dengan Feel Good Network akan membawa perspektif tersebut ke panggung yang lebih besar, bersama para spesialis yang memiliki ambisi yang sama untuk menghasilkan karya yang lebih baik. 

"Bagi kami, ini bukan tentang menjadi lebih lantang, tetapi tentang membangun sesuatu yang dapat bertahan dalam jangka panjang,” katanya.

Lengua selanjutnya akan berkolaborasi dengan unit Feel Good Network lainnya di bidang brand, creative, content, creator, media, dan data. Integrasi ini diarahkan untuk memperkuat layanan mulai dari pengembangan brand platform, full-funnel creative, produksi konten, community building hingga pertumbuhan yang dapat diukur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Feel Good Network membangun ekosistem kreatif independen yang lebih terintegrasi di Asia Tenggara.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya