Berita

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: istimewa)

Politik

Pemerintah Jangan Gengsi Terima Bantuan Asing untuk Padamkan Karhutla

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah diminta tidak gengsi menerima bantuan dari negara lain untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menilai langkah paling utama saat ini adalah memastikan api segera dipadamkan, terlebih jika kemampuan anggaran dan peralatan pemerintah terbatas.

"Kalau pemerintah tidak mampu karena anggaran tidak ada, ya bantuan-bantuan itu terimalah," kata Agus saat ditemui redaksi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Agustus 2026.


Menurutnya, pemerintah dapat memanfaatkan bantuan negara tetangga yang memiliki peralatan dan teknologi untuk menangani karhutla. Salah satunya Malaysia yang memiliki pesawat pemadam kebakaran yang dapat mengambil air dalam waktu cepat untuk kemudian digunakan memadamkan api.

"Malaysia punya kapal penyemprot dari atas, pesawat udara yang cepat sekali mengambil air. Ya itu dipakai," ujarnya.

Agus juga menilai negara lain yang memiliki perusahaan perkebunan beroperasi di Indonesia semestinya ikut bertanggung jawab dalam penanganan karhutla.

"Mereka juga harus bertanggung jawab karena kebun mereka juga banyak di sini. Persoalan apakah terbakar atau tidak itu persoalan lain. Yang utama sekarang adalah padamkan," tegasnya.

Di sisi lain, Agus menilai perdebatan mengenai perlu atau tidaknya menetapkan karhutla sebagai bencana nasional masih terbuka. Menurut dia, keputusan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga memiliki konsekuensi politis.

"Terkait perlunya menetapkan status bencana nasional ini kan masih debatable. Itu banyak unsur politisnya," katanya.

Agus juga menyoroti posisi Menteri Kehutanan dalam penanganan karhutla. Menurutnya, Menhut merupakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap persoalan tersebut dan seharusnya dapat memberikan penjelasan langsung kepada Presiden mengenai kondisi di lapangan.

"Menhut paling bertanggung jawab terkait kejadian karhutla ini. Dan dia harusnya selalu ada di samping Presiden, jelaskan kenapa begini, kenapa begitu," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya