Berita

Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Haris Rusly Moti Endus Kelompok Senyap Mau Daur Ulang Prahara Agustus

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi massa yang direncanakan berlangsung pada 27 Agustus 2026 dinilai rentan ditumpangi kelompok tertentu. Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, mengendus adanya kekuatan senyap yang berupaya mereplikasi kerusuhan massa tahun lalu.

Haris menilai aksi yang mengusung isu pemberantasan korupsi dan penyitaan aset tersebut sebetulnya masih sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, kata dia, langkah pemerintah justru sudah melampaui tuntutan gerakan massa melalui tindakan tegas terhadap penyalahgunaan kewenangan hingga penyitaan aset korupsi oligarki.

Meski demikian, pemilihan tanggal aksi 27 Agustus 2026 dinilainya cukup provokatif karena memanfaatkan momentum satu tahun wafatnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan.


"Ada kekuatan senyap yang terobsesi mendaur ulang prahara Agustus 2025. Ada gejala halusinasi politik pada segelintir kekuatan yang melancarkan kampanye kekacauan sosial demi menciptakan krisis kepercayaan terhadap Presiden Prabowo," ujar Haris, Rabu, 26 Agustus 2026.

Mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran ini meyakini komunitas ojol tidak akan mudah terprovokasi. Sebab, aspirasi para driver ojol telah diakomodasi baik oleh pemerintah maupun DPR RI.

Waspada Information Laundering

Aktivis 98 UGM ini juga mengingatkan publik terkait maraknya penggunaan teknik information laundering atau pencucian disinformasi untuk memanaskan situasi politik dan meruntuhkan kepercayaan publik serta pasar.

"Pencucian informasi digunakan untuk melegitimasi disinformasi dan hoaks dari media sosial agar tampak sebagai kebenaran setelah masuk ke media arus utama. Ini adalah bagian dari teknik peperangan psikologis dan kampanye destabilisasi," tegasnya.

Kendati demikian, Haris optimis upaya destabilisasi tersebut tidak akan berhasil. Ia mencontohkan prediksi sejumlah pihak yang menyebut rupiah akan terpuruk hingga Rp25.000 per Dolar AS justru tidak terbukti, di mana kondisi ekonomi dan IHSG saat ini malah menunjukkan penguatan.

Ia menegaskan, perbaikan tata kelola di berbagai sektor terus berjalan. Gerakan sosial masyarakat pun diharapkan tetap menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah.

"Kita butuh kerja sama dan kebersamaan untuk mengatasi problem rakyat. Gerakan sosial adalah mitra kritis pemerintah dalam menjaga kebijakan agar tidak disalahgunakan," pungkas Haris.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya