Berita

Direktur CIA John Ratcliffe (Foto: X)

Dunia

Direktur CIA John Ratcliffe Lakukan Kunjungan Rahasia ke Moskow

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 11:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Direktur CIA John Ratcliffe dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Moskow, Rusia, pada Selasa, 25 Agustus 2026 waktu setempat. 

Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertamanya ke Moskow sejak menjabat sebagai kepala badan intelijen Amerika Serikat (AS).

Mengutip laporan The Telegraph, Ratcliffe tiba menggunakan pesawat militer AS Boeing C-17 Globemaster yang terlihat terbang di atas Moskow. 


Pada hari yang sama, iring-iringan kendaraan AS menghentikan lalu lintas di ibu kota Rusia. Ratcliffe kemudian meninggalkan Moskow hanya beberapa jam setelah kedatangannya.

Belum diketahui dengan siapa Ratcliffe bertemu maupun agenda yang dibahas. Namun, sebelum kunjungan tersebut, Washington dilaporkan meminta Ukraina menghentikan sementara serangan terhadap Rusia hingga delegasi AS meninggalkan Moskow.

Kunjungan itu berlangsung di tengah laporan intelijen AS yang memperingatkan bahwa Rusia mungkin segera meningkatkan ketegangan dengan NATO melalui serangan terbatas di Eropa Timur, termasuk kemungkinan serangan siber. 

Laporan tersebut menjadi perubahan signifikan dari penilaian intelijen sebelumnya yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menyerang NATO selama perang di Ukraina berlangsung.

Mantan kepala perencanaan militer Inggris, Air Marshal Andrew Turner, menilai lawatan Ratcliffe kemungkinan lebih berkaitan dengan upaya AS menekan Rusia agar mengurangi dukungannya terhadap Iran. 

"Saya yakin dia meminta atau mencoba membujuk Rusia untuk menghentikan dukungan dan memutuskan hubungan dengan Teheran. Rusia adalah salah satu alasan mengapa hal ini tidak berjalan baik bagi Presiden Trump saat ini," ujarnya. 

Turner juga menilai perang Rusia-Ukraina kemungkinan bukan fokus utama pembicaraan Ratcliffe, meski isu tersebut dapat muncul secara tidak langsung.

Kunjungan itu terjadi ketika pemerintahan Presiden Donald Trump tengah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui rencana sanksi yang menargetkan berbagai sektor ekonomi dan jaringan keuangan Teheran.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya