Direktur CIA John Ratcliffe (Foto: X)
Direktur CIA John Ratcliffe dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Moskow, Rusia, pada Selasa, 25 Agustus 2026 waktu setempat.
Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertamanya ke Moskow sejak menjabat sebagai kepala badan intelijen Amerika Serikat (AS).
Mengutip laporan The Telegraph, Ratcliffe tiba menggunakan pesawat militer AS Boeing C-17 Globemaster yang terlihat terbang di atas Moskow.
Pada hari yang sama, iring-iringan kendaraan AS menghentikan lalu lintas di ibu kota Rusia. Ratcliffe kemudian meninggalkan Moskow hanya beberapa jam setelah kedatangannya.
Belum diketahui dengan siapa Ratcliffe bertemu maupun agenda yang dibahas. Namun, sebelum kunjungan tersebut, Washington dilaporkan meminta Ukraina menghentikan sementara serangan terhadap Rusia hingga delegasi AS meninggalkan Moskow.
Kunjungan itu berlangsung di tengah laporan intelijen AS yang memperingatkan bahwa Rusia mungkin segera meningkatkan ketegangan dengan NATO melalui serangan terbatas di Eropa Timur, termasuk kemungkinan serangan siber.
Laporan tersebut menjadi perubahan signifikan dari penilaian intelijen sebelumnya yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menyerang NATO selama perang di Ukraina berlangsung.
Mantan kepala perencanaan militer Inggris, Air Marshal Andrew Turner, menilai lawatan Ratcliffe kemungkinan lebih berkaitan dengan upaya AS menekan Rusia agar mengurangi dukungannya terhadap Iran.
"Saya yakin dia meminta atau mencoba membujuk Rusia untuk menghentikan dukungan dan memutuskan hubungan dengan Teheran. Rusia adalah salah satu alasan mengapa hal ini tidak berjalan baik bagi Presiden Trump saat ini," ujarnya.
Turner juga menilai perang Rusia-Ukraina kemungkinan bukan fokus utama pembicaraan Ratcliffe, meski isu tersebut dapat muncul secara tidak langsung.
Kunjungan itu terjadi ketika pemerintahan Presiden Donald Trump tengah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui rencana sanksi yang menargetkan berbagai sektor ekonomi dan jaringan keuangan Teheran.