Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Blok Tanamalia tengah dipersiapkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebagai salah satu proyek tambang nikel masa depan perusahaan. Di tengah proses tersebut, sosok yang sebelumnya banyak memaparkan perkembangan proyek itu, Budiawansyah, kini meninggalkan jajaran direksi Vale.
Budiawansyah sebelumnya menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Indonesia. Ia mengajukan pengunduran diri pada 20 Agustus 2026, dengan alasan pribadi dan pertimbangan keluarga.
Pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang. Perseroan juga memastikan perubahan di jajaran direksi tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Budiawansyah pada 20 Agustus 2026. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyebut keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi yang berkaitan dengan pertimbangan keluarga.
“Pada tanggal 20 Agustus 2026, PT Vale Indonesia Tbk (Perseroan) menerima surat pengunduran diri dari Bapak Budiawansyah dari jabatannya sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Perseroan,” tulis manajemen, dikutip redaksi Rabi 26 Agustus 2026..
Sementara itu, proyek yang sebelumnya dijelaskan Budiawansyah masih terus dipersiapkan. Vale menargetkan Blok Tanamalia di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dapat mulai beroperasi pada rentang 2029-2031.
“Habis itu 2029-2031 itu Tanamalia. Harapan kita studi detail eksplorasinya berjalan di Tanamalia sehingga kita bisa memastikan lagi kandungan sumber daya dan cadangannya yang ada, dari situ sebagai dasar seberapa lama ini life of mine-nya,” kata Budiawansyah saat berbincang dengan media, Kamis 13 Agustus 2026.
Target tersebut belum menjadi kepastian karena Vale masih harus menyelesaikan tahapan eksplorasi dan kajian untuk mengetahui secara lebih detail sumber daya serta cadangan nikel di Tanamalia.
Budiawansyah sebelumnya menjelaskan, pembahasan Tanamalia belum sampai pada tahap desain proyek. Perusahaan masih harus memastikan kuantitas cadangan sebelum menentukan skala pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan.
Tahapan tersebut juga berkaitan dengan rencana Vale membangun ekosistem baterai kendaraan listrik. Tanamalia diproyeksikan menjadi salah satu sumber bahan baku yang mendukung pengembangan rantai pasok nikel terintegrasi milik perusahaan.
Karena itu, hasil eksplorasi akan menjadi penentu penting bagi masa depan proyek. Kepastian cadangan akan menentukan umur tambang, kapasitas produksi, hingga bentuk pengembangan industri yang dapat dibangun di kawasan tersebut.
Adapun Budiawansyah memiliki perjalanan panjang di Vale. Bergabung sejak 2004, ia pernah menduduki berbagai posisi di bidang operasional tambang, keselamatan dan lingkungan, manajemen risiko, hingga hubungan kelembagaan dan perizinan.
Kini, setelah Budiawansyah meninggalkan kursi direksi, pengembangan Tanamalia tetap berjalan. Proyek tersebut akan menjadi salah satu pekerjaan penting bagi manajemen Vale untuk memastikan target produksi baru perusahaan dapat direalisasikan dalam beberapa tahun mendatang.