Berita

Kebakaran melanda kebun karet di Desa Gumay, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Kebun Karet di Muara Enim Dilalap Api

Warga Minta Bantuan Sembako dan Air Bersih
RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 02:13 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gumay, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, tidak hanya menghanguskan kebun karet warga. 

Pasalnya, bencana yang berlangsung sejak sepekan terakhir itu kini mengancam mata pencaharian masyarakat.

Ratusan hektare kebun warga dilaporkan terbakar. Sebagian besar merupakan kebun karet yang selama ini menjadi sumber penghasilan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Kondisi tersebut membuat warga Desa Gumay kini mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Mereka bahkan meminta pemerintah turun tangan menyalurkan bantuan sembako dan air bersih.

Salah seorang warga Desa Gumay, Irwandi mengatakan, warga saat ini berada dalam kondisi cemas. Api yang belum sepenuhnya padam dikhawatirkan terus meluas dan menghanguskan lebih banyak kebun.

"Kalau melihat api ini kami ngeri sekali," kata Irwandi, dikutip dari RMOLSumsel, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurutnya, warga telah berupaya memadamkan api secara mandiri dengan peralatan seadanya. Mereka berjibaku siang dan malam untuk menghalau kobaran api agar tidak semakin meluas.

Namun, upaya tersebut terkendala minimnya peralatan dan sulitnya mendapatkan air di tengah musim kemarau.

Warga menyemprotkan air menggunakan peralatan yang tersedia. Sebagian lainnya berupaya membuat sekat dengan menebas rerumputan di sekitar titik api untuk memperlambat laju kebakaran.

Bantuan pemadaman dari pemerintah memang telah datang. Mobil pemadam kebakaran dan helikopter water bombing sempat dikerahkan ke lokasi.

Namun, kondisi medan menjadi kendala bagi mobil pemadam untuk menjangkau titik kebakaran.

"Karena memang medannya sulit dilewati mobil," kata Irwandi.

Helikopter juga sempat melakukan pemadaman dari udara. Namun, menurut Irwandi, air yang dijatuhkan belum mampu memadamkan api secara permanen.

"Setelah heli pergi, api kembali menyala dan membakar lahan," kata Irwandi.

Dampak paling terasa bagi warga adalah hilangnya sumber penghasilan. Kebun karet yang terbakar membuat warga tidak lagi bisa melakukan penyadapan dan menjual hasil karet secara rutin.

"Saat ini kami butuh sembako dan air bersih. Karena kami kehilangan mata pencarian," pungkas Irwandi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya