Berita

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. (Foto: RMOL)

Politik

Budi Arie Lagi Menghidupkan Kembali Posisi Tawar Projo

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai dinamika politik yang bergerak “lebih cepat dari 2029” merupakan sinyal strategis berlapis alih-alih prediksi teknis percepatan Pemilu.

Demikian dikatakan aktivis Forum Sipil Bersuara (Forsiber) Hamdi Putra, dikutip Rabu 26 Agustus 2026.

Menurut Hamdi, secara konstitusional, wacana Pemilu dipercepat hampir tidak memiliki landasan hukum yang kuat karena UUD 1945 secara tegas mengatur masa jabatan presiden selama lima tahun serta mekanisme suksesi yang jelas melalui Wakil Presiden atau MPR apabila terjadi kekosongan.


"Namun, secara taktis, pernyataan Budi Arie tersebut berfungsi efektif sebagai trial balloon untuk mengukur respons kubu Presiden Prabowo Subianto, menghidupkan kembali posisi tawar politik Projo, serta mempertahankan Joko Widodo sebagai simpul komunikasi strategis," kata Hamdi.

Dengan menanamkan persepsi bahwa kalender kekuasaan tidak berjalan normal, Budi Arie berhasil memaksa para elite politik untuk menghitung ulang posisi mereka dan menempatkan jaringan relawan Projo kembali relevan di tengah dinamika kekuasaan.

Manuver ini langsung memicu reaksi nyata, di mana kubu Partai Gerindra memilih menjaga jarak dan menegaskan fokus penuh pada pengawalan program pemerintahan Prabowo. 

"Sikap tersebut memperlihatkan batas toleransi koalisi terhadap wacana di luar agenda resmi," kata Hamdi.

Di sisi lain, langkah politik ini memunculkan paradoks tersendiri. Upaya mendongkrak daya tawar Projo berisiko menggerus tingkat kepercayaan istana terhadap konsistensi dukungan politik Budi Arie.

Dengan demikian, inti persoalannya bukanlah kepastian percepatan jadwal pencoblosan, melainkan upaya Projo untuk tidak sekadar menjadi mesin kampanye lima tahunan.

"Melalui sinyal perubahan keseimbangan kekuasaan yang dilempar ke ruang publik, Budi Arie memaksa lanskap politik nasional untuk memperhitungkan keberadaan mereka jauh sebelum kalender pemilihan yang sebenarnya dimulai," pungkas Hamdi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya