Berita

Sekretaris Jenderal PP KMHDI, I Nengah Candra Irawan. (Foto: Istimewa)

Politik

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 23:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) menggelar Diskusi Kebangsaan dengan tema “Persatuan Indonesia” di Jakarta pada Minggu 23 Agustus 2026. Diskusi tersebut melahirkan sejumlah catatan kritis dan tuntutan yang disampaikan dalam pernyataan sikap pascadiskusi.

Diskusi Kebangsaan ini dibuka dengan pengantar dari Sekretaris Jenderal PP KMHDI, I Nengah Candra Irawan, yang menguak realitas problematika yang terjadi di Indonesia saat ini. 

Salah satu tuntutan utama adalah mendesak Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap kinerja Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). 


"Evaluasi ini bukan semata-mata persoalan pergantian pejabat atau pembagian kewenangan birokrasi," tulis KMHDI melalui siaran pers, dikutip Selasa 25 Agustus 2026.

Bagi KMHDI, persoalan yang jauh lebih serius adalah ketika kebijakan pemerintah tidak mampu diterjemahkan secara konsisten di tingkat akar rumput, koordinasi antarlembaga tidak berjalan efektif, dan komunikasi publik justru gagal meredam kebingungan masyarakat.

Pemerintah tidak boleh mengukur keberhasilan hanya dari banyaknya program, rapat, regulasi, maupun konferensi pers. Ukuran utama keberhasilan pemerintahan adalah apakah kebijakan tersebut benar-benar memberikan kepastian, keadilan, manfaat, dan ketenangan bagi masyarakat. 

KMHDI menilai pengelolaan kehutanan merupakan salah satu sektor yang sangat sensitif karena bersentuhan langsung dengan masyarakat adat, masyarakat sekitar hutan, petani, desa, dunia usaha, lingkungan hidup, serta kepentingan pembangunan nasional.

"Kementerian Kehutanan tidak boleh hanya berhasil di tingkat dokumen perencanaan. Keberhasilan kehutanan harus terlihat dari kondisi hutan dan kehidupan masyarakat di lapangan," kata KMHDI.

KMHDI juga meminta evaluasi terhadap kinerja Kemendikdasmen, khususnya kebijakan yang berdampak langsung kepada sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan pemerintah daerah. 

"Pendidikan merupakan sektor yang paling dekat dengan masyarakat," kata KMHDI.

Kritik serius KMHDI juga diarahkan kepada Badan Komunikasi Pemerintah.

Perpres Nomor 96 Tahun 2025 menegaskan bahwa Bakom dibentuk untuk mengoptimalkan peran kelembagaan sebagai orkestrator komunikasi pemerintah yang adaptif, proaktif, terintegrasi, dan sinergis.

Komunikasi publik harus menjadi instrumen untuk menjelaskan kebijakan, mendengar masyarakat, mengidentifikasi masalah, memberikan klarifikasi, mengoreksi kesalahan, dan memastikan kebijakan dipahami secara utuh.

"Jika masyarakat justru memperoleh informasi yang berbeda-beda, kebijakan sulit dipahami, dan ruang publik dipenuhi spekulasi serta keresahan, maka pemerintah harus berani bertanya kepada dirinya sendiri," pungkas KMHDI.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya