Berita

Ilustrasi Cara Cegah ISPA Saat Kabut Asap Karhutla Melanda (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

5 Cara Cegah ISPA Saat Kabut Asap Karhutla Melanda

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 18:46 WIB | OLEH: TIFANI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian sepanjang Agustus 2026. Kebakaran terpantau terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Papua, hingga Riau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut peningkatan titik panas atau hotspot terutama terjadi di Kalimantan dan Papua. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang relatif kering saat Indonesia memasuki periode yang turut dipengaruhi fenomena El Nino.

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang lebih dulu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat bahkan memperpanjang status siaga darurat bencana asap hingga 15 November 2026.


Berdasarkan data BMKG Supadio per 27 Juli 2026, terdapat 200 hotspot yang tersebar di 12 kabupaten. Kabupaten Kubu Raya tercatat memiliki hotspot terbanyak dengan 64 titik, disusul Ketapang sebanyak 56 titik dan Kayong Utara sebanyak 53 titik.

Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap akibat karhutla juga dapat berdampak terhadap kesehatan. Partikel halus seperti PM2.5 dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi maupun peradangan.

Kementerian Kesehatan menyebut paparan polusi udara dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan hidung hingga memperburuk asma serta gangguan pada paru-paru.

Cara Cegah ISPA Saat Karhutla

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah pencegahan. Dinas Kesehatan Kabupaten Berau membagikan beberapa cara yang dapat diterapkan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

1. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah

Menggunakan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan partikel polusi saat berada di luar ruangan. Ketika kondisi asap cukup pekat, gunakan masker yang dapat memberikan perlindungan terhadap partikel halus, seperti N95 atau FFP2. 

Pastikan masker terpasang dengan baik dan menutup hidung serta mulut secara sempurna.

2. Tutup Pintu dan Jendela Rumah

Ketika kabut asap mulai masuk ke kawasan permukiman, segera tutup pintu dan jendela rumah. Cara ini dapat membantu mengurangi masuknya polutan dari udara luar ke dalam ruangan.

Masyarakat juga sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi asap sedang memburuk.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga penting selama kondisi cuaca panas dan berasap. Perbanyak minum air putih untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Meski demikian, minum air putih bukan pengganti pengobatan apabila sudah muncul gejala ISPA. Jika mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu atau semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

4. Konsumsi Makanan Bergizi

Asupan makanan bergizi tetap perlu diperhatikan ketika terjadi kabut asap. Pola makan dengan gizi seimbang dapat membantu menjaga kondisi tubuh.

Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan dalam jumlah seimbang agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

5. Jaga Kebugaran Tubuh

Menjaga kebugaran tetap penting, tetapi aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Ketika udara sedang buruk atau kabut asap sangat pekat, hindari olahraga dan aktivitas berat di luar ruangan. 

Jika ingin berolahraga, pilih waktu dan lokasi dengan kualitas udara yang lebih baik atau lakukan aktivitas fisik di dalam ruangan.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat mengurangi paparan polusi dan menekan risiko gangguan pernapasan selama karhutla masih terjadi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya