Berita

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto: Tangkapan Layar)

Politik

Budi Arie Diserbu Ribuan Komentar Negatif: Makar Secara Halus

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 15:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang memprediksi percepatan pergantian kepemimpinan nasional sebelum Pemilu 2029 mendatang mendadak dibanjiri gelombang kritik tajam dari publik.

Manuver Budi Arie yang mendiskusikan skenario tersebut disampaikan secara langsung di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Hal ini dinilai tak etis dan dianggap sengaja memicu kegaduhan politik di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas nasional.

Dalam forum diskusi tersebut, Budi Arie secara terbuka melempar wacana suksesi lebih awal kepada publik.


"Saya bisikkan ke Pak Jokowi, Pak kok insting saya ini lebih cepat dari 29 (Pilpres 2029). Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomongin pemilu 2029, pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana, kita siap atau enggak?" ujar Budi Arie yang kemudian disambut seruan "siap" oleh audiens.

Pantauan di kolom komentar unggahan Instagram RMOL, mayoritas warganet menyuarakan respons bernada negatif. Publik menyayangkan wacana yang dilempar elite relawan tersebut karena dianggap tidak memiliki urgensi bagi kepentingan rakyat dan justru terkesan sarat akan kalkulasi kekuasaan sempit.

"Bukannya mendoakan pemerintahan yang sah bekerja sampai akhir masa jabatan, ini malah sibuk merancang spekulasi yang bikin guncang situasi politik," tulis akun Ahmad Syaifuddin di kolom komentar Instagram RMOL, Selasa, 25 Agustus 2026.

Nada sentilan serupa disampaikan oleh pengguna akun Rizky Pratama yang mempertanyakan etika berpolitik Budi Arie.

"Suasana lagi fokus ke isu ekonomi dan lapangan kerja, kenapa elite relawan malah melempar isu adu domba begini? Sangat tidak bijak," kritiknya.

Beberapa di antaranya juga memaknai pernyataan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini sebagai bagian dari makar. Sebab, kepemimpinan Prabowo-Gibran sah dan baru akan berakhir 2029 mendatang.

"Apakah hal seperti ini bisa disebut makar secara halus, niat menggulingkan pemerintahan sekarang?" tulis akun Aryo Dwiputranto.

Bahkan akun resmi Instagram Partai Gerindra juga turut membubuhkan komentar singkat lewat 'emoticon' bingung. Hingga berita ini diterbitkan, konten pernyataan Budi Arie yang diunggah Instagram RMOL telah dikomentari 3.200 lebih warganet dan telah dilihat lebih dari 374 ribu kali.??

Kritik tajam warganet ini sejalan dengan pandangan sejumlah akademisi yang mendesak para pimpinan organisasi relawan maupun elite politik untuk menghentikan narasi benturan.

Seperti halnya disampaikan mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) Dr Teguh Santosa yang menyebut spekulasi percepatan pergantian kepemimpinan di tengah jalannya pemerintahan adalah tindakan tidak etis dan nirfaedah.

Pernyataan Budi Arie yang menyinggung kesiapan pendukung Joko Widodo menghadapi skenario pergantian Presiden Prabowo Subianto sebelum 2029 juga dinilai bentuk hasutan politik membahayakan bagi tatanan stabilitas nasional.

"Pernyataan tersebut jelas-jelas merupakan hasutan politik yang berpotensi membelah konsentrasi publik dan merusak tatanan stabilitas nasional yang sedang dibangun," ujar Teguh Santosa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya