Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Dari Taiwan Bawa Pulang Keahlian, BRI Peduli Dorong PMI Jadi Entrepreneur

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 14:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

BRI Peduli selaku payung dari aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), terus memberikan dukungan nyata bagi PMI di Taiwan melalui “BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities”. 

Program ini merupakan rangkaian kegiatan yang memberikan ruang pembelajaran bagi PMI untuk memperoleh keterampilan praktis sekaligus mempersiapkan pengembangan potensi wirausaha dan pilihan karier setelah kembali ke Indonesia.

Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh puluhan PMI di Taiwan tersebut dilaksanakan pada Sabtu 22 Agustus 2026, di Deh Yu College of Nursing and Health, Keelung City, Taiwan, melalui “PMI Entrepreneur Connect”. Esoknya, pada Minggu 23 Agustus 2026, BRI menggelar “Beautypreneur Empowerment Workshop”.


Pada PMI Entrepreneur Connect, peserta mengikuti workshop dan praktik memasak bersama instruktur, mulai dari pengenalan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian masakan Taiwan secara aplikatif. 

Metode praktik digunakan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.

Dalam sesi ini, peserta juga mengikuti sesi workshop dan praktik memasak masakan Taiwan secara terpadu bersama instruktur di Keelung District Fishermen’s Association dan memperoleh pengalaman praktik langsung mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan.

Penguatan kapasitas bagi PMI dilanjutkan melalui Beautypreneur Empowerment Workshop di mana peserta mendapatkan sesi edukatif berupa demonstrasi dan praktik tata rias bersama pelatih tata rias profesional dengan materi yang mudah dipahami dan aplikatif.

Mengusung konsep Beauty & Inclusivity, kegiatan ini menempatkan kecantikan sebagai salah satu bentuk ekspresi diri yang dapat diakses setiap individu. Materi disampaikan secara inklusif dan relevan dengan kebutuhan peserta, tanpa memandang latar belakang maupun tingkat kemampuan dalam menggunakan makeup.

Sesi ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi dan praktik tata rias yang dipandu oleh seorang beauty trainer profesional berkewarganegaraan Indonesia yang berdomisili di Taiwan, dengan melibatkan peserta secara aktif selama kegiatan berlangsung.

Sifa, salah satu PMI di Taiwan asal Surabaya, mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, ia mendapatkan pengetahuan serta keterampilan baru, salah satunya dalam mengolah masakan Taiwan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,” ujar Sifa.

Di lain pihak, Sumarsih, PMI di Taiwan asal Solo menambahkan, program pengembangan kapasitas dari BRI Peduli memberikan manfaat bagi para PMI di Taiwan, khususnya dalam memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan yang positif dan produktif. 

Melalui makeup class ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan untuk mempercantik dan merawat penampilan diri sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut menjadi peluang usaha sebagai penata rias.

“Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini dapat terus dipraktikkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta membuka peluang usaha di masa depan,” imbuhnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan BRI telah memiliki roadmap pemberdayaan PMI yang dilakukan secara berkelanjutan.  

Kata dia, BRI hadir mendampingi perjalanan diaspora Indonesia, terutama PMI, secara menyeluruh tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemberdayaan. 

"Melalui program CSR, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, BRI mendorong diaspora untuk memanfaatkan penghasilan dan remitansi secara lebih produktif, mulai dari memenuhi kebutuhan keluarga hingga membangun tabungan, investasi, aset, dan modal usaha di Indonesia,” demikian Dhanny.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya