Berita

Rupiah. (Shutterstock)

Bisnis

Investor Was-was Konflik AS-Iran, Rupiah Terancam Tertekan

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 12:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap Dolar AS di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap Rupiah datang seiring penguatan Dolar AS setelah Washington meluncurkan kampanye sanksi besar-besaran terhadap jalur keuangan Iran yang disebut Operasi Economic Outcast.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap Dolar AS yang rebound seiring meningkatnya kekhawatiran investor setelah AS mengumumkan blokade ekonomi berskala besar terhadap Iran yang bertujuan melumpuhkan jalur keuangan negara tersebut," kata Lukman kepada RMOL, Selasa, 25 Agustus 2026.


Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan operasi tersebut diluncurkan pada Senin, 24 Agustus 2026, atas arahan Presiden Donald Trump.

Sasarannya adalah jaringan keuangan yang membantu Iran memperoleh pendapatan, menghindari sanksi, serta mempertahankan aktivitas ekonominya.

"Hari ini, dengan semangat yang sama, kami melancarkan serangan ekonomi terhadap koneksi keuangan Iran di seluruh dunia," kata Bessent dalam pernyataan resmi Departemen Keuangan AS.

Menurut Lukman, AS juga memperingatkan negara mana pun yang berupaya memberikan bantuan atau membuka celah finansial bagi Iran akan menghadapi konsekuensi serupa.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran investor dan mendorong penguatan Dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Mengacu pada data Bloomberg, hingga pukul 11.15 WIB Rupiah bergerak melemah 0,10 persen ke level Rp17.738 per Dolar AS.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan Rupiah masih akan bergerak tertekan di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per Dolar AS.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya