Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

AS-Iran Memanas, Rupiah Tertekan ke Rp17.736 per Dolar AS

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 09:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026.

Dikutip dari data Bloomberg, Rupiah melemah 15 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.736 per Dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan Rupiah terjadi akibat defisit transaksi berjalan yang terus melebar.


"Pasar merespon negatif setelah defisit transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan pada triwulan II 2026 menjadi 12,5 miliar Dolar AS atau 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," ujar Ibrahim dalam risetnya.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 3,6 miliar Dolar AS atau 1 persen terhadap PDB.

“Pelebaran defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang diperkirakan bersifat temporer. Salah satunya adalah kenaikan impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia,” jelasnya.

Meski demikian, Ibrahim menilai kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan masih terjaga. Pada triwulan II 2026, NPI mencatat defisit 900 juta Dolar AS jauh lebih rendah dibandingkan defisit 9,1 miliar Dolar AS pada triwulan I 2026.

Namun, Ibrahim memperingatkan tekanan terhadap transaksi berjalan masih berpotensi berlanjut apabila harga minyak mentah tetap tinggi dan volume impor minyak masih kuat.

"Selain itu, pelemahan ekspor akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara AS, Israel dan Iran, serta konflik Rusia-Ukraina di Eropa Timur, juga menjadi perhatian pasar," jelasnya.

Menurutnya, pergerakan Rupiah juga dipengaruhi sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap jalur keuangan Iran melalui kampanye sanksi besar-besaran yang disebut Operasi Economic Outcast.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan operasi tersebut diluncurkan Senin, 24 Agustus 2026, atas arahan Presiden Donald Trump. Sasarannya adalah jaringan keuangan yang membantu Iran memperoleh pendapatan, menghindari sanksi, dan mempertahankan aktivitas ekonominya.

“Hari ini, dengan semangat yang sama, kami melancarkan serangan ekonomi terhadap koneksi keuangan Iran di seluruh dunia,” kata Bessent dalam pernyataan resmi Departemen Keuangan AS.

Menurut Ibrahim, indeks Dolar semakin menguat sejak rangkaian pengumuman sanksi tersebut.

“Indeks Dolar menguat setelah AS akan mengumumkan rangkaian sanksi paling keras yang pernah ada terhadap Iran, Menteri Keuangan Scott Bessent, dalam sebuah artikel opini menyebut bahwa 'D-Day ekonomi' segera tiba bagi Iran,” kata Ibrahim.

Rencana tersebut sempat mendapat kecaman dari Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaee memperingatkan tidak akan ada minyak yang diekspor melalui Selat Hormuz maupun wilayah Teluk Persia jika perang ekonomi terus berlanjut.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya