Berita

Menteri Keuangan umumkan dimulainya operasi Economic Outcast terhadap Iran pada Senin, 24 Agustus 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

AS Luncurkan Operasi Economic Outcast, Bidik Jalur Uang Iran

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 09:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran kini tidak hanya menghadapi tekanan di medan perang. Amerika Serikat mulai membidik jalur keuangan yang menopang perekonomian Teheran melalui kampanye sanksi besar-besaran yang disebut Operasi Economic Outcast.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan operasi tersebut diluncurkan Senin, 24 Agustus 2026, atas arahan Presiden Donald Trump. Sasarannya adalah jaringan keuangan yang membantu Iran memperoleh pendapatan, menghindari sanksi, dan mempertahankan aktivitas ekonominya.

“Hari ini, dengan semangat yang sama, kami melancarkan serangan ekonomi terhadap koneksi keuangan Iran di seluruh dunia,” kata Bessent dalam pernyataan resmi Departemen Keuangan AS, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.


Bessent mengatakan Washington telah memetakan jaringan yang digunakan Iran untuk menyelundupkan minyak dan menghindari sanksi. Pemerintah AS kini berupaya menutup jalur pendapatan yang dinilai membantu Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pemerintah Iran.

“Tujuan kami adalah untuk memutuskan setiap jalur ekonomi yang menopang rezim tirani ini sampai Teheran berdiri sendiri,” ujarnya.

Tekanan AS juga diarahkan kepada negara dan perusahaan yang masih membantu transaksi dengan Teheran. Menurut Bessent, pihak-pihak tersebut telah diberi batas waktu untuk menghentikan aktivitas yang telah diidentifikasi Washington.

Jika tidak dipatuhi, AS akan mengambil tindakan sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan.

Salah satu sasaran yang disebut secara langsung adalah Bank Melli. “Setiap Bank Melli harus ditutup,” kata Bessent.

Ia juga memperingatkan pihak yang membantu Iran melakukan pencucian uang.

“Entitas mana pun yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS. Waktu terus berjalan,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Departemen Keuangan AS memperluas sanksi terhadap lima sektor yang dinilai menjadi sumber penting pendapatan Iran melalui negara lain, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan perkapalan.

Menurut Bessent, langkah tersebut meningkatkan risiko sanksi sekunder bagi pihak yang masih melakukan bisnis dengan Iran.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) juga menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal di berbagai negara. Mereka dituduh membantu Iran memperoleh teknologi nuklir dan rudal secara ilegal, menjalankan operasi siber, serta menghasilkan pendapatan dari sektor minyak.

Bessent menggambarkan langkah tersebut sebagai kampanye berkelanjutan untuk menutup berbagai pilihan ekonomi Iran. Ia mengatakan Presiden Trump juga tengah menghubungi para pemimpin dunia dan meminta mereka menghentikan hubungan dengan pemerintah Iran.

“Kampanye yang kita mulai hari ini akan semakin kuat setiap harinya. Dan kampanye ini tidak akan berakhir sampai rezim ini berdiri sendiri,” ujarnya.

Operasi Economic Outcast menjadi bagian dari strategi pemerintahan Trump untuk menggabungkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran. Washington berupaya memanfaatkan kekuatan finansialnya untuk mempersempit ruang gerak Teheran sekaligus mendorong berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya