Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bursa Eropa Tertekan Inflasi dan Sanksi Iran

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Eropa ditutup datar pada perdagangan Senin 24 Agustus 2026 waktu setempat, yang sekaligus mempertahankan kerugian dari pekan sebelumnya di tengah latar belakang makroekonomi yang kurang menguntungkan bagi sektor-sektor utama Eropa. 

Indeks Euro STOXX 50 tercatat turun 0,1 persen menjadi 6.455 dan STOXX Eropa 600 ditutup datar di level 654. 

Imbal hasil utang pemerintah pada sekuritas berjangka panjang tetap berada dekat level tertinggi dalam beberapa dekade di seluruh ekonomi utama zona Euro. 


Di sisi lain, saham infrastruktur kecerdasan buatan melemah menjelang laporan pendapatan Nvidia setelah penutupan pasar hari Rabu, di mana Infineon dan Siemens Energy turun 3 persen serta ASML kehilangan 1 persen, sementara sektor perbankan sebagian besar bergerak lebih tinggi untuk mengurangi kerugian dari minggu sebelumnya.

Kinerja bursa di tingkat nasional menunjukkan pergerakan yang beragam. Indeks DAX Jerman turun 0,11 persen atau 29,96 poin ke level 26.106,60. Sementara itu, CAC 40 di Prancis merosot 0,4 persen dan ditutup pada level 8.453 akibat ketidakpastian seputar sanksi AS terhadap Iran yang berpotensi membatasi aliran minyak serta mendorong kenaikan harganya. 

Investor di Eropa juga terus memperhitungkan kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) sebesar 25 basis poin pada bulan September menyusul langkah pengetatan di bulan Juni. 

Saham industri di Prancis mencatatkan penurunan seperti Safran, Thales, Sanofi, dan EssilorLuxottica, sementara sektor keuangan bergerak campuran dengan BNP Paribas dan Société Générale melemah, sedangkan AXA menguat. 

TotalEnergies ikut melemah 1,9 persen seiring koreksi harga minyak akibat aksi ambil untung investor menjelang pengumuman sanksi AS. 

Berbeda dengan pasar daratan Eropa yang melemah, FTSE 100 Inggris justru naik 0,4 persen dan mengungguli bursa regional lainnya. 

Saham pertambangan memimpin kenaikan didukung oleh harga logam yang kuat serta sentimen positif pada SSAB setelah runtuhnya kesepakatan perdagangan AS-Kanada yang sedianya menurunkan tarif baja Kanada. 


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya