Berita

PLTU Suralaya. (Foto: Beritasatu)

Nusantara

PLTU Suralaya Dituding Penyebab Utama Polusi Jakarta, Mana Dasar Ilmiahnya?

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 18:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria mempertanyakan dasar ilmiah yang digunakan untuk menyimpulkan bahwa PLTU Suralaya di Banten merupakan penyebab utama polusi udara di Jakarta.

Menurut Sofyano, kesimpulan tersebut perlu didukung data dan kajian yang dapat menjelaskan hubungan antara emisi dari PLTU Suralaya dengan kualitas udara di Jakarta.

“Kalau benar emisi PLTU Suralaya terbawa hingga Jakarta dan menjadi penyebab signifikan polusi, harus bisa dibuktikan secara ilmiah melalui data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta,” ujar Sofyano dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.


Ia mengatakan, analisis mengenai dampak PLTU Suralaya juga perlu melihat kondisi wilayah yang berada lebih dekat dengan sumber emisi, termasuk Banten. Menurut dia, jejak pergerakan polutan dari sumber emisi hingga wilayah terdampak harus dijelaskan secara transparan.

“Jangan sampai Jakarta dituding terdampak, tetapi mekanisme dan jejak pencemarannya di wilayah yang lebih dekat dengan sumber emisi tidak dijelaskan secara transparan,” jelasnya.

Sofyano juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan data pendukung apabila menyatakan PLTU Suralaya berkontribusi terhadap polusi udara di Ibu Kota.

“Kalau pemerintah daerah menyatakan PLTU Suralaya berpengaruh, tunjukkan bukti ilmiahnya. Publik berhak melihat data, bukan sekadar pernyataan,” tegasnya.

Menurut dia, polusi udara Jakarta merupakan persoalan yang kompleks karena dapat dipengaruhi berbagai sumber, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, konstruksi dan debu jalan, pembakaran terbuka hingga sumber emisi dari wilayah sekitar.

Ia mengatakan faktor meteorologi juga berpengaruh terhadap konsentrasi polutan di udara Jakarta. Karena itu, penentuan sumber dominan polusi membutuhkan analisis yang mempertimbangkan sumber emisi sekaligus kondisi atmosfer.

Sejumlah kajian sebelumnya menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu kontributor penting polusi udara Jakarta. Di sisi lain, kajian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah dirujuk pemerintah juga menunjukkan bahwa pergerakan emisi PLTU Suralaya menuju Jakarta bergantung pada kondisi meteorologi tertentu.

“Jadi, menjadikan PLTU Suralaya sebagai penyebab utama tanpa pembuktian komprehensif adalah kesimpulan yang terlalu sederhana. Pemerintah harus membedakan antara ‘salah satu sumber’ dan ‘penyebab utama’,” pungkas Sofyano.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya