Berita

Representative Image (Foto: Generate AI)

Bisnis

Ekspor Gandum Ukraina Terhambat, Industri Tepung Alihkan Pasokan ke Negara Lain

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 16:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) memastikan gangguan pasokan gandum dari Ukraina akibat perang belum mengganggu kebutuhan bahan baku industri tepung terigu di dalam negeri.

Direktur Eksekutif APTINDO Ratna Sari Loppies mengatakan, pasokan gandum dari Ukraina yang terdampak perang masih dapat dialihkan dengan mencari sumber dari negara lain.

“Pasokan dari Ukraine bisa di-source dari negara lain, Australia, AS, Argentina, Bulgaria, dan lain-lain,” kata Ratna kepada RMOL, Senin 24 Agustus 2026.


Ukraina diketahui menghadapi tekanan berat di sektor pertanian setelah ekspor gandum dan komoditas pangan melalui Laut Hitam anjlok 75 persen dalam dua pekan pertama Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Serangkaian serangan Rusia terhadap infrastruktur pelabuhan di Laut Hitam disebut menghambat sebagian besar aktivitas ekspor pertanian Ukraina.

Penurunan ekspor terjadi di tengah puncak musim panen gandum. Kondisi tersebut berisiko membuat hasil pertanian menumpuk karena akses ke pasar ekspor terbatas.

Gangguan ekspor Ukraina juga berpotensi memengaruhi pasokan gandum di pasar global. Namun, Ratna menilai diversifikasi sumber pasokan menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan bahan baku bagi industri tepung terigu nasional.

Menurutnya, tantangan pasokan gandum global tidak hanya berasal dari konflik geopolitik. Faktor iklim juga turut memengaruhi produksi di sejumlah negara pemasok.

“Urusan iklim juga memengaruhi produksi gandum di beberapa negara seperti AS. Produksi turun akibat gagal panen karena iklim ekstrem,” ujarnya.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga gandum dunia. Selain harga komoditas, pergerakan nilai tukar juga menjadi faktor yang memengaruhi biaya bahan baku industri tepung terigu.

“Harga gandum dunia naik, tidak bisa dihindari juga dengan kenaikan exchange rate,” sambungnya.

Meski demikian, APTINDO memastikan kenaikan harga gandum global akan diantisipasi agar tidak langsung membebani konsumen. Harga tepung terigu akan dijaga sehingga kenaikannya berlangsung secara bertahap.

“Harga terigu dijaga agar kenaikan bertahap,” pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya