Berita

Tepung terigu. (Foto: Baking World)

Bisnis

Gandum Global Makin Mahal, APTINDO Ungkap Nasib Harga Tepung RI

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 15:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga gandum dunia kembali meningkat di tengah gangguan ekspor dari kawasan Laut Hitam. Kondisi ini mulai menjadi perhatian pelaku usaha makanan berbasis tepung karena berpotensi menekan harga tepung terigu di dalam negeri.

Berdasarkan data World Bank, harga gandum U.S. Hard Red Winter (HRW) naik sekitar 27,4 persen, dari rata-rata 243,3 Dolar AS per ton pada 2025 menjadi sekitar 310 Dolar AS per ton pada Juli 2026.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) Ratna Sari Loppies mengatakan, kenaikan harga gandum dunia tidak dapat dihindari dan turut diperberat oleh pergerakan nilai tukar Rupiah.


“Harga gandum dunia naik, tidak bisa dihindari juga dengan kenaikan exchange rate,” kata Ratna kepada RMOL di Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

Menurut Ratna, faktor iklim menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi produksi gandum di sejumlah negara pemasok. Kondisi cuaca ekstrem bahkan menyebabkan gagal panen sehingga produksi gandum mengalami penurunan.

“Urusan iklim juga memengaruhi produksi gandum di beberapa negara seperti AS. Produksi turun akibat gagal panen karena iklim ekstrem,” ujarnya.

Penurunan produksi tersebut berpotensi memperketat pasokan gandum di pasar global dan mendorong kenaikan harga komoditas. Bagi industri tepung terigu dalam negeri, kondisi ini menjadi tantangan karena bahan baku gandum sebagian besar masih berasal dari impor.

Meski demikian APTINDO memastikan penyesuaian harga tepung terigu akan dilakukan secara bertahap agar tidak langsung membebani konsumen.

“Harga terigu dijaga agar kenaikan bertahap,” tegas Ratna.

APTINDO juga menyiapkan diversifikasi sumber pasokan untuk mengantisipasi gangguan pasokan dari negara tertentu. Pasokan gandum dari Ukraina, misalnya, dapat dialihkan dari negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, Argentina, dan Bulgaria.

“Pasokan dari Ukraine bisa di-source dari negara lain, Australia, AS, Argentina, Bulgaria, dan lain-lain,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya