Berita

Proses pemadaman Karhutla. (Foto: YouTube BNPB)

Nusantara

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 22:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) kian mengkhawatirkan. Tercatat luas lahan yang hangus dilalap si jago merah telah menembus angka 8.620 hektare hingga Minggu, 23 Agustus 2026.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan membeberkan, situasi di lapangan sejatinya masih terus dikendalikan secara intensif oleh satgas gabungan yang bersiaga 24 jam.

"Luas lahan terbakar telah mencapai 8.620 hektare," kata Berton dalam keterangannya secara daring melalui kanal YouTube BNPB.


Untuk menjinakkan kobaran api di darat, sebanyak 9.800 personel gabungan dikerahkan. Aksi ini turut mendapat sokongan dari tujuh perusahaan swasta di Kalsel yang menerjunkan personel beserta peralatan pemadaman pendukung.

Meski begitu, upaya pemadaman di lapangan menemui benteng tebal. Angin kencang dan kekeringan ekstrem yang memicu krisis sumber air menjadi ganjalan utama petugas, terlebih mayoritas titik api berada di area lahan gambut.

"Beberapa titik lahan di Kalsel sejatinya telah berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan. Namun, beberapa hari setelahnya api kembali muncul. Sumber air sangat terbatas mengingat saat ini masih puncak musim kering," beber Berton.

Siasat darurat pun ditempuh. BNPB memaksimalisasi armada mobil tangki air serta memanfaatkan hidran kota, khususnya untuk mengamankan wilayah rawan seperti Banjarbaru.

Di jalur udara, sebanyak sembilan armada pesawat patroli dan helikopter waterbombing terus dikerahkan melancarkan bombardir air. Sayangnya, strategi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan belum bisa dieksekusi lantaran minimnya potensi pertumbuhan awan di langit Kalsel.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya