Berita

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, Mirjawal. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Punya Hewan Peliharaan? Dokter Ingatkan Masalah Kebersihan dan Vaksinasi

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Memelihara hewan membutuhkan perhatian terhadap kesehatan dan kebersihan secara rutin. Kondisi kesehatan hewan peliharaan juga berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal serta orang yang berinteraksi langsung dengannya.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, Mirjawal, mengatakan perawatan hewan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.

“Merawat hewan itu bukan hanya sekadar menjaga kesehatannya, tapi merawat hewan itu adalah bagian menjaga masyarakat dan yang terutama adalah keluarga kita sendiri,” kata Mirjawal usai Acara Baksos Steril Kucing Gratis di Puskeswan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 20 Agustus 2026.


Menurut Mirjawal, kebersihan menjadi salah satu aspek dasar yang perlu diperhatikan pemilik hewan, terutama ketika merawat kucing di rumah.

Pemilik disarankan rutin membersihkan kotak pasir atau litter box dan tidak membiarkan kotoran menumpuk. Setelah membersihkan tempat tersebut, tangan juga perlu dicuci.

“Yang paling sering dilupakan itu mungkin saat membersihkan litter box, lupa mencuci tangan, kemudian lupa membuang pup yang sudah menumpuk di litter box,” ujarnya.
 
Perawatan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga kondisi fisik hewan. Pemilik perlu memeriksa tubuh kucing, terutama setelah hewan berkelahi dengan kucing lain.

Mirjawal mengatakan luka akibat gigitan atau cakaran terkadang tidak terlihat dari permukaan kulit. Luka tersebut tetap dapat mengalami infeksi dan berkembang menjadi abses atau kumpulan nanah di bawah kulit.

“Misalkan dia berantem sama temannya, habis dicakar bisa bengkak, di bawahnya isi nanah, infeksi, jadi abses. Itu sering terjadi, padahal di luarnya enggak terlihat luka,” kata Mirjawal.

Masalah pada luka terkadang baru diketahui setelah muncul pembengkakan. Kondisi tersebut dapat diketahui lebih lanjut melalui pemeriksaan dokter hewan. 

Karena itu, pemilik perlu memeriksa kondisi tubuh kucing setelah berkelahi. Jika terdapat luka, bagian tersebut perlu segera dibersihkan. Pemeriksaan oleh dokter hewan diperlukan jika muncul pembengkakan atau tanda infeksi.

Selain menjaga kebersihan dan menangani luka, pencegahan penyakit menjadi bagian penting dalam pemeliharaan hewan. Mirjawal mengingatkan pemilik anjing dan kucing untuk memperhatikan vaksinasi serta pemberian obat cacing dan obat kutu sesuai kebutuhan.

Menurut dia, vaksinasi pada anjing dan kucing umumnya mulai diberikan saat hewan berusia sekitar dua bulan. Pemberian berikutnya dilakukan sekitar satu bulan setelah vaksin pertama, kemudian dilanjutkan secara berkala sesuai kebutuhan dan jenis vaksin.

Jenis vaksin disesuaikan dengan spesies hewan serta penyakit yang menjadi sasaran perlindungan. Pada kucing, vaksinasi antara lain ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap panleukopenia, calicivirus, dan rhinotracheitis.

Sementara itu, vaksinasi pada anjing mencakup sejumlah penyakit, seperti distemper, parvovirus, parainfluenza, hepatitis, coronavirus, dan leptospirosis. 

Rabies juga menjadi salah satu penyakit yang perlu diperhatikan. Mirjawal menyebut vaksin rabies diberikan kepada hewan penular rabies, termasuk anjing dan kucing.

Mirjawal menilai keputusan memelihara hewan perlu disertai kesiapan untuk memenuhi kebutuhan hewan secara berkelanjutan. Masyarakat juga diingatkan tidak memelihara hewan hanya karena mengikuti tren atau meniru orang lain.

“Jangan ikut-ikutan lihat teman atau tetangga piara kucing, kita ikut ikutan piara kucing. Padahal kita enggak suka. Kasihan hewannya karena harus menanggung akibat gara gara ego kita,” ujarnya.

Menurut dia, kesejahteraan hewan perlu diperhatikan sejak seseorang memutuskan untuk memeliharanya. Kebutuhan tersebut mencakup makanan dan minuman yang memadai, tempat tinggal yang layak, kesempatan menunjukkan perilaku alaminya, serta perawatan kesehatan saat diperlukan.

Prinsip tersebut dikenal sebagai Five Freedoms atau lima kebebasan dalam kesejahteraan hewan. Prinsip itu mencakup kebebasan dari rasa lapar dan haus, ketidaknyamanan, rasa sakit dan penyakit, rasa takut dan tertekan, serta kebebasan mengekspresikan perilaku alaminya.

“Pastikan Anda piara hewan karena memang Anda siap berkomitmen,” kata Mirjawal.

Komitmen pemilik, menurut Mirjawal, tidak hanya terlihat ketika hewan sakit. Perawatan sehari-hari, kebersihan, pencegahan penyakit, penanganan luka, serta pemenuhan kebutuhan kesejahteraan hewan juga menjadi bagian dari tanggung jawab.

Pada akhirnya, kesehatan hewan peliharaan berkaitan dengan kondisi lingkungan dan manusia yang hidup berdampingan dengannya.

“Jadi pastikan hewan sehat, keluarga dan masyarakat juga sehat,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya