Tanggapan Iran terhadap sanksi ekonomi baru dari Amerika Serikat (Unggahan akun X @IRIMFA)
Pemerintah Iran mengecam keras sanksi ekonomi dan perdagangan baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS). Teheran menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk “terorisme ekonomi” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan”.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran menuding Washington terus menggunakan tekanan ekonomi untuk menekan rakyat Iran.
“Sanksi ekonomi AS terhadap Iran, yang menargetkan hak-hak dasar setiap warga negara Iran, merupakan ‘terorisme ekonomi’ dan ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’,” kata Kemenlu Iran, dikutip Jumat 21 Agustus 2026.
Teheran menilai sanksi tersebut tidak akan mengubah tekad rakyat Iran untuk mempertahankan kemerdekaan, martabat, dan kedaulatan negaranya.
“Sanksi tersebut tidak akan sedikit pun memengaruhi tekad rakyat Iran untuk menjaga kemerdekaan, martabat, dan kedaulatan nasional Iran,” ujar kementerian tersebut.
Pemerintah Iran juga mengaitkan tekanan ekonomi yang diberlakukan AS dengan tindakan militer yang selama ini dilakukan Washington.
“Sanksi dan tekanan ekonomi adalah sisi lain dari koin yang sama dengan perang dan agresi militer,” tegasnya.
Iran menilai ketergantungan Washington pada tekanan ekonomi dan kekuatan militer justru berpotensi mengancam perdamaian dan keamanan global.
Teheran kemudian menyerukan kepada negara-negara yang menjunjung Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak membiarkan tindakan yang dianggap melanggar hukum dan norma internasional, termasuk prinsip penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut strategi pemberian sanksi bukanlah hal baru. Menurut Teheran, kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan tetapi gagal mencapai tujuan yang diinginkan.
Pengulangan strategi yang sama, lanjutnya, dinilai hanya akan menghasilkan kegagalan serupa sekaligus semakin merusak kredibilitas pihak yang merancang dan menerapkannya.
Pemerintah Iran menegaskan akan terus menjaga keamanan dan kepentingan nasional serta menghadapi berbagai bentuk tekanan dari AS, baik militer, ekonomi, politik maupun psikologis.
“Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh alat dan kapasitas yang tersedia untuk menghadapi tindakan bermusuhan dari musuh Amerika-Zionis dan menjaga kepentingan nasional Iran,” demikian pernyataan tersebut.