Berita

Tanggapan Iran terhadap sanksi ekonomi baru dari Amerika Serikat (Unggahan akun X @IRIMFA)

Dunia

Iran Sebut Sanksi Baru AS sebagai Terorisme Ekonomi

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran mengecam keras sanksi ekonomi dan perdagangan baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS). Teheran menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk “terorisme ekonomi” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran menuding Washington terus menggunakan tekanan ekonomi untuk menekan rakyat Iran.

“Sanksi ekonomi AS terhadap Iran, yang menargetkan hak-hak dasar setiap warga negara Iran, merupakan ‘terorisme ekonomi’ dan ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’,” kata Kemenlu Iran, dikutip Jumat 21 Agustus 2026.


Teheran menilai sanksi tersebut tidak akan mengubah tekad rakyat Iran untuk mempertahankan kemerdekaan, martabat, dan kedaulatan negaranya.

“Sanksi tersebut tidak akan sedikit pun memengaruhi tekad rakyat Iran untuk menjaga kemerdekaan, martabat, dan kedaulatan nasional Iran,” ujar kementerian tersebut.

Pemerintah Iran juga mengaitkan tekanan ekonomi yang diberlakukan AS dengan tindakan militer yang selama ini dilakukan Washington.

“Sanksi dan tekanan ekonomi adalah sisi lain dari koin yang sama dengan perang dan agresi militer,” tegasnya.

Iran menilai ketergantungan Washington pada tekanan ekonomi dan kekuatan militer justru berpotensi mengancam perdamaian dan keamanan global.

Teheran kemudian menyerukan kepada negara-negara yang menjunjung Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak membiarkan tindakan yang dianggap melanggar hukum dan norma internasional, termasuk prinsip penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut strategi pemberian sanksi bukanlah hal baru. Menurut Teheran, kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan tetapi gagal mencapai tujuan yang diinginkan.

Pengulangan strategi yang sama, lanjutnya, dinilai hanya akan menghasilkan kegagalan serupa sekaligus semakin merusak kredibilitas pihak yang merancang dan menerapkannya.

Pemerintah Iran menegaskan akan terus menjaga keamanan dan kepentingan nasional serta menghadapi berbagai bentuk tekanan dari AS, baik militer, ekonomi, politik maupun psikologis.

“Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh alat dan kapasitas yang tersedia untuk menghadapi tindakan bermusuhan dari musuh Amerika-Zionis dan menjaga kepentingan nasional Iran,” demikian pernyataan tersebut.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya