Berita

Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di depan Menara UOB Jakarta Pusat perlahan membubarkan diri, Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

SBSI’92 Kecam Pemeriksaan Ambulans di Tengah Aksi Mahasiswa

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 19:10 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI’92), Mayjen (Purn) Gautama Wiranegara meminta aparat keamanan tidak berlebihan dalam menjalankan kewenangan pengamanan demonstrasi.

Sikap tersebut disampaikan Gautama menyusul pemeriksaan ambulans kemanusiaan yang disebut terjadi di seberang area aksi BEM Mahasiswa se-Jakarta pada Selasa, 18 Maret 2026.

“Kalau memang harus diperiksa, komunikasikan dulu dengan santun. Jelaskan apa yang dicurigai dan mengapa pemeriksaan diperlukan. Jangan langsung memperlakukan orang seperti pelaku kejahatan,” kata Gautama kepada wartawan di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.


Ia memahami bahwa aparat memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, termasuk ketika berlangsung aksi massa. Namun, kewenangan tersebut harus tetap dijalankan berdasarkan alasan yang jelas, terukur, proporsional, serta menghormati hak dan martabat masyarakat.

Ia menegaskan, apabila memang terdapat alasan keamanan yang mengharuskan sebuah ambulans diperiksa, tindakan tersebut dapat dilakukan. Tetapi, proses pemeriksaan harus memperhatikan fungsi ambulans sebagai sarana pelayanan kemanusiaan dan tidak dilakukan dengan pendekatan yang justru menimbulkan ketakutan.

“Ambulans yang menjalankan fungsi kemanusiaan seharusnya diperlakukan dengan penuh kehati-hatian. Jangan karena berada di sekitar lokasi aksi kemudian seluruhnya dianggap sebagai bagian dari ancaman,” kata Gautama.

Menurutnya, hal serupa berlaku terhadap mahasiswa, buruh maupun masyarakat yang datang memberikan solidaritas. Kehadiran mereka dalam sebuah aksi tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai ancaman keamanan.

“Jangan sampai aparat lebih cepat mencurigai daripada berkomunikasi. Jangan sampai solidaritas kemanusiaan dibaca sebagai ancaman keamanan,” kata Gautama.

Gautama menilai persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya aparat melakukan pemeriksaan terhadap ambulans. 

Lebih jauh, persoalannya menyangkut bagaimana kewenangan negara digunakan ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Ini bukan soal aparat boleh atau tidak memeriksa ambulans, tetapi soal bagaimana kekuasaan negara digunakan terhadap rakyat,” kata Gautama.

Ia mengingatkan, pendekatan keamanan yang tidak proporsional justru berpotensi memperlebar jarak antara aparat dan masyarakat. 

“Aparat harus tegas terhadap ancaman, bukan tegas terhadap masyarakat yang sedang menunjukkan solidaritas,” pungkas Gautama. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan soal ditemukannya senjata tajam (sajam) saat aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Selasa 18 Agustus 2026.

"Dalam proses pelaksanaan aksi, ada temuan oleh Satgas Gakkum, ditemukan satu buah bilah pisau yang dibawa oleh oknum berinisial AM, ini masih didalami. Yang satu lagi satu buah golok yang dibawa oleh sopir ambulans," kata Budi dalam konferensi pers setelah demonstrasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya