Berita

Ilustrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Investasi Rp2,6 Triliun Terancam Buntut Penutupan 1.300 SPPG

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 15:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penutupan permanen sekitar 1.300 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono berpotensi mengandaskan investasi masyarakat sedikitnya sekitar Rp2,6 triliun sekaligus mengancam pekerjaan sekitar 65 ribu orang.

Demikian disampaikan Aktivis Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) Hamdi Putra, dikutip Kamis 20 Agustus 2026.

"Penutupan 1.300 SPPG dampaknya tidak lagi hanya menyangkut kelayakan dapur dan keamanan pangan, tetapi sudah merambah persoalan investasi, lapangan kerja, serta keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga," kata Hamdi.


Perhitungan tenaga kerja tersebut sangat sederhana. Jika satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mempekerjakan sekitar 50 orang, maka penutupan 1.300 SPPG menyangkut nasib 65.000 pekerja.

Artinya, apabila seluruh penutupan bersifat permanen dan para pekerjanya tidak dialihkan ke SPPG lain, sebanyak 65 ribu orang berpotensi kehilangan sumber pekerjaan dan pendapatan.

Angka itu bahkan belum memasukkan petani, peternak, pedagang bahan pangan, pengemudi, pemasok gas, jasa kebersihan, serta berbagai usaha lokal yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada operasional dapur MBG.

Hamdi menegaskan, ketika sebuah dapur ditutup permanen, yang berhenti bukan hanya kompor dan kegiatan memasaknya. Arus penghasilan puluhan pekerja ikut berhenti.

"Jika 65 ribu pekerja tersebut masing-masing menopang keluarga, dampak sosialnya bahkan dapat menjangkau ratusan ribu orang," kata Hamdi.

Karena itu, BGN tidak cukup hanya mengumumkan berapa dapur yang ditutup, tapi juga harus menjelaskan apa yang terjadi terhadap tenaga kerja di dalamnya: apakah dipindahkan, diserap SPPG lain, mendapat hak ketenagakerjaan, atau begitu saja kehilangan pekerjaan.

Persoalan ini menjadi semakin serius karena sebagian besar investasi SPPG berasal dari masyarakat atau mitra. Mereka menanam modal untuk membangun atau merenovasi bangunan, membeli peralatan dapur industri, freezer, chiller, kendaraan, instalasi listrik, air bersih, IPAL serta berbagai fasilitas lain yang dirancang mengikuti kebutuhan program MBG.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya