Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Mendekati Level Terendah

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Eropa kembali berada di bawah tekanan. Indeks STOXX 600 melemah dan mendekati level terendah dalam hampir tiga minggu setelah kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, waktu setempat, STOXX 600 turun 0,11 persen ke 651,16 poin. Penurunan terutama dipimpin sektor kedirgantaraan dan pertahanan yang merosot 1,6 persen, serta sektor perbankan yang turun 1,5 persen.

Di sisi lain, saham sumber daya dasar menjadi penopang pasar dengan kenaikan 3,3 persen, mengikuti penguatan harga logam mulia. Sektor kesehatan juga menguat 1,4 persen.


Pergerakan pasar terjadi setelah imbal hasil obligasi zona Euro menurun. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 30 tahun turun sedikitnya 1 basis poin, sementara imbal hasil tenor 10 tahun relatif stabil. Penurunan imbal hasil sempat memberikan sedikit kelegaan bagi investor setelah imbal hasil obligasi global mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun sehari sebelumnya.

Namun, sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran inflasi. Harga minyak yang bertahan di atas 90 Dolar AS per barel menjadi perhatian utama, terutama bagi Eropa yang sangat bergantung pada energi.

Tekanan tersebut semakin kuat setelah lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz dilaporkan melambat. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting bagi pasokan energi dunia, sementara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berbeda pandangan mengenai kondisi jalur pelayaran tersebut.

Investor juga mencermati prospek suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB). Data LSEG menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga ECB sebesar total 50 basis poin tahun ini.

Dari sisi kinerja perusahaan, saham FLSmidth melonjak 6,3 persen setelah perusahaan industri Denmark itu membukukan pendapatan kuartal II di atas perkiraan analis. Sebaliknya, saham Rockwool turun 5 persen meski perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan 2026 karena kenaikan tersebut masih di bawah ekspektasi investor.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada notulen rapat Federal Reserve AS bulan Juli yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga. Sementara musim laporan keuangan Eropa mulai mendekati akhir, inflasi dan harga energi kembali menjadi faktor utama yang menentukan arah bursa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya