Berita

Ilustrasi (Website OpenAI)

Tekno

OpenAI Luncurkan ChatGPT Khusus Remaja, Ini Bedanya dengan Versi Biasa

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT for Teens, pengalaman baru yang dirancang khusus untuk pengguna di bawah 18 tahun dengan fitur pendidikan dan perlindungan keamanan yang disesuaikan dengan usia.

OpenAI mengatakan ChatGPT for Teens dirancang agar remaja tetap bisa memanfaatkan AI untuk belajar dan berkreasi, tetapi dengan batasan yang lebih sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Versi ini menggabungkan sejumlah fitur yang sebelumnya telah diperkenalkan OpenAI, termasuk Mode Belajar yang membantu siswa mengerjakan soal dan memahami materi secara bertahap. Ada pula fitur prediksi usia dan sejumlah kontrol yang dapat digunakan orang tua.


Untuk mendukung aktivitas belajar, ChatGPT for Teens menyediakan pengingat pekerjaan rumah, kuis, visualisasi pembelajaran, serta Jam Belajar. Melalui fitur tersebut, orang tua atau remaja dapat menentukan kapan Mode Belajar aktif secara otomatis.

OpenAI juga menambahkan perlindungan yang dirancang untuk mengurangi kemungkinan remaja terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia atau berpotensi membahayakan.

“Remaja seharusnya dapat menggunakan AI untuk belajar, berkreasi, dan bereksplorasi. Namun akses tersebut harus disertai dengan perlindungan yang mencerminkan tahap perkembangan mereka, memperkuat hubungan di dunia nyata, dan mendukung penggunaan yang sehat dari waktu ke waktu,” kata OpenAI dalam rilisnya, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.

Peluncuran ini terjadi di saat perusahaan teknologi menghadapi sorotan yang semakin besar mengenai dampak produk digital dan AI terhadap anak-anak serta remaja.

Pada saat yang hampir bersamaan, Meta menghadapi persidangan terkait tuduhan bahwa produknya dapat memicu perilaku adiktif pada anak-anak dan remaja. Kasus tersebut melibatkan koalisi 29 jaksa agung negara bagian AS yang menggugat perusahaan itu pada 2023.

OpenAI juga menghadapi pengawasan terkait keamanan produknya. Pada Juni, Jaksa Agung Florida James Uthmeier menggugat OpenAI dan CEO Sam Altman dengan tuduhan bahwa perusahaan sengaja merilis produk yang tidak aman dan dapat membahayakan pengguna.

Selain itu, OpenAI menghadapi sejumlah gugatan terkait kematian pengguna yang menuduh ChatGPT berperan dalam munculnya delusi berbahaya dan kasus bunuh diri.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya