Berita

Ketua Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 00:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih menyisakan pekerjaan besar dalam penanganan warga terdampak. 

Di tengah situasi tersebut, Ketua Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama memberikan apresiasi terhadap respons cepat Polri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas kegempaan di wilayah Flores masih berlangsung. Hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, tercatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,3 hingga 6,2. 


Bagi Sandri, kondisi tersebut membuat kecepatan penanganan menjadi penting. Aparat, menurut dia, harus hadir ketika masyarakat sedang berhadapan dengan situasi darurat.

“Mereka responsif dan kerja cepat dan tanggap,” kata Sandri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Ia mengaku telah menghubungi sejumlah rekannya yang berada di wilayah terdampak. Dari komunikasi tersebut, Sandrimemperoleh informasi mengenai bantuan yang mulai disalurkan kepada masyarakat.

“Saya sudah hubungi rekan-rekan di sana dan alhamdulilah puji Tuhan, Polri begitu cepat menyalurkan makanan cepat saji, obat-obatan, serta membuka layanan kesehatan dan identifikasi korban (DVI), langkah ini yang perlu kita apresiasi,” tutur Sandri.

Menurut informasi yang beredar, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan pengerahan 845 personel gabungan untuk memperkuat penanganan bencana di NTT.

Kekuatan itu terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel dari jajaran Polres.

Tak berhenti pada pengerahan anggota, dukungan operasional juga disiapkan. Polri mengirimkan bantuan logistik, tenda darurat, tim SAR Brimob, anjing pelacak K9, serta tenaga medis DVI-Dokkes.

Kebutuhan di lokasi bencana memang bergerak cepat. Selain evakuasi dan pencarian korban, masyarakat membutuhkan makanan, obat-obatan, layanan kesehatan serta tempat perlindungan sementara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan bencana di tengah gempa susulan yang masih terjadi di kawasan Flores. BMKG juga masih mencatat aktivitas gempa di wilayah tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026.

Polri juga menyiapkan perkuatan dari Mabes Polri. Personel tambahan diberangkatkan menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan tersebut diproyeksikan mendukung jajaran Polda NTT. Kekuatan yang diterjunkan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Sementara itu, bantuan dari kementerian dan lembaga lain juga terus bergerak. Kementerian Sosial, misalnya, pada 17 Agustus 2026 mengirim bantuan logistik melalui jalur laut ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka. 

Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja lintas lembaga. Kecepatan distribusi bantuan menjadi salah satu faktor penting agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.

Sandri berharap respons cepat yang telah dilakukan Polri tidak berhenti pada fase awal bencana. Menurut dia, perhatian terhadap masyarakat harus terus diberikan selama proses tanggap darurat dan pemulihan berlangsung.

“Bencana tidak selesai ketika bantuan pertama datang. Setelah itu masih ada proses evakuasi, pendataan, pelayanan kesehatan, pemulihan dan memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Karena itu, kami berharap kecepatan dan kepedulian seperti ini terus dipertahankan sampai kondisi masyarakat benar-benar pulih,” pungkas Sandri.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya