Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

YLBHI:

Awas! Penertiban Tambang Ilegal Berujung Militerisasi

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 18:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dituntut serius menindak aktivitas pertambangan ilegal. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait keberadaan sekitar 1.000 tambang timah , termasuk di Bangka Belitung.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menilai bahwa pernyataan Kepala Negara tersebut sedianya dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh. 

Namun, Isnur mewanti-wanti agar penertiban tambang ilegal dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. 


Ia mengingatkan, jangan sampai penanganan tambang ilegal justru menimbulkan persoalan baru berupa semakin luasnya keterlibatan aparat militer dalam urusan sipil.

"Jadi jangan sampai kemudian ini menimbulkan masalah baru ya," kata Isnur kepada wartawan, Senin 17 Agustus 2026.

Isnur menilai pemerintah tidak cukup hanya memberikan instruksi kepada TNI dan Polri untuk memberantas tambang ilegal. Menurutnya, persoalan tersebut juga berkaitan dengan kewenangan sejumlah kementerian dan pemerintah daerah.

Aktivis HAM jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu bahkan menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini berkembang di sejumlah daerah.

"Kenapa masalah baru? Karena bisa jadi, justru selama ini TNI Polri adalah beking dalam penambangan ilegal gitu," kata Isnur.

Atas dasar itu, Isnur meminta penanganan pertambangan ilegal dilakukan secara lintas sektor. Selain aparat penegak hukum, pemerintah daerah serta kementerian yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup, kehutanan, dan pertanahan harus dilibatkan.

"Jadi ini harus bukan instruksinya kepada TNI Polri, tapi kepada seluruh stakeholder. Kepada Kepulauan Daerah, kepada Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, Menteri Agraria gitu," kata Isnur.

"Jadi hati-hati juga, justru mau timbul masalah baru, akhirnya menambah militerisasi lah kira-kira gitu," sambungnya.

Lebih lanjut, Isnur menilai persoalan lain yang perlu dibenahi adalah potensi praktik bisnis yang melibatkan oknum TNI dan Polri. 

Menurutnya, larangan terhadap aparat untuk terlibat dalam kegiatan bisnis harus ditegakkan secara serius.

"Karena problemnya selama ini memang polisi TNI itu berbisnis gitu, itu yang menjadi masalah banyak beking di mana-mana," pungkas Isnur.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyinggung persoalan tambang ilegal dan meminta Panglima TNI serta Kapolri mengusut dugaan keterlibatan pejabat TNI dan Polri.

Prabowo menyebut pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Ia mempertanyakan bagaimana aktivitas ilegal dalam jumlah besar tersebut dapat berlangsung tanpa diketahui pejabat terkait.

"Tidak mungkin 1000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR 2026, pada Jumat 14 Agustus 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya