Berita

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Foto: RMOL/Alifia)

Nusantara

PEKKA:

Program MBG Bikin Harga Sembako Tak Stabil

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 18:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Keluhan terkait mahalnya harga kebutuhan pokok disuarakan masyarakat di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Salah satu anggota Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Zubaedah, menyoroti kebijakan pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi kembali program tersebut. Menurutnya, MBG justru hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat terdampak oleh harga sembako yang  belum stabil.


"MBG itu menguntungkan segelintir orang, dan dampaknya ke masyarakat besar seperti bahan sembako yang tidak pernah stabil," kata Zubaedah kepada RMOL di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin 17 Agustus 2026.

Zubaedah mengatakan, pemerintah seharusnya memperbaiki akses pendidikan sekaligus memberikan pelatihan keterampilan secara gratis kepada masyarakat. 

Sementara untuk pemenuhan gizi anak, menurutnya, dapat menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga.

"Jadi (pemerintah) bisa bantu lewat pendidikan yang lebih baik, kursus yang lebih baik, tanpa ada pembayaran," kata Zubaedah.

Menurut Zubaedah, pemerintah perlu melihat kondisi anak-anak yang berada di luar bangku sekolah, termasuk anak-anak pemulung yang masih banyak ditemui di berbagai tempat.

"Apakah pemerintah sudah melihat anak-anak pemulung di mana-mana? Itu sih harapan saya ke depan," kata Zubaedah.

Karena itu, Zubaedah meminta pemerintah melakukan kajian  terhadap pelaksanaan MBG. Ia bahkan berharap program tersebut dihentikan apabila dinilai tidak memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

"Kalau besar harapan saya, harusnya MBG itu hilang, hilang, hilang," pungkas Zubaedah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya