Berita

Prof. Didik J. Rachbini. (Foto: RMOL)

Politik

Refleksi 81 Tahun RI: Politik Anggaran Ada di Pasar Politik Gelap

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 17:00 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini memberikan catatan kritis terkait tata kelola dan kebijakan ekonomi pemerintah dalam momen 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Prof. Didik mengatakan, berkaca pada kondisi ekonomi saat ini, kebijakan dan tata kelola yang dilakukan pemerintah masih memuat persoalan serius.

"Politik anggaran berada di pasar politik yang gelap (black political market), yang semakin terpusat," kata Prof. Didik kepada RMOL, Senin 17 Agustus 2026.


Menurutnya, masyarakat kini tengah merasakan dampak dari kebijakan ekonomi yang tidak prudent.

"Kehendak publik yang luas dan daerah tergerus habis, sehingga kekurangan anggaran daerah untuk membayar gaji aparatnya," kata Prof. Didik.

Ironisnya, kata Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini, lembaga legislatif justru tidak berkutik dalam membela kehendak rakyat.

"Bahkan DPR yang menjadi pengawal anggaran tidak mendapatkan informasi dan konsultasi memadai dalam perencanaan kegiatan dan penggunaan anggaran skala besar," kata Prof. Didik.

Lebih lanjut, Prof. Didik menyebutkan contoh dari kebijakan keuangan negara yang tidak tepat, padahal basic pertumbuhan ekonomi RI adalah konsumsi masyarakat.

"Kini sekitar 490 Pemerintah Daerah (Pemda) mengalami tekanan fiskal serius dan kesulitan membayar gaji pegawainya," sambungnya.

Melihat hal tersebut, Prof. Didik meyakini kebijakan yang bermasalah adalah karena terlalu terpusat, sehingga daerah tidak bisa melakukan terobosan dalam merealisasikan pembayaran gaji pegawainya masing-masing.

"Ini terjadi karena sentralisasi yang semakin kuat dengan bahasa eufimisme tentang adanya penyesuaian dan pemotongan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat di awal tahun untuk efisiensi nasional," demikian Prof. Didik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya