Berita

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Megawati Sentil Praktik Garuk Tambang untuk Keuntungan Pribadi

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 13:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengecam keras praktik pengerukan tambang dan hutan secara massif. 

Terlebih, pengerukan tambang itu hanya menguntungkan segelintir individu tertentu tanpa orientasi memakmurkan negara.

Megawati memperingatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam (SDA) secara serakah tanpa perencanaan matang berisiko memiskinkan generasi mendatang. 


Ia menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola penuh untuk kemakmuran rakyat banyak, bukan dijadikan sumber pengayaan diri sendiri.

"Lah gimana nanti anak cucu kita miskinlah," kata Megawati dalam amanat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin 17 Agustus 2026.

Menurut Megawati, potensi SDA Indonesia yang melimpah seharusnya dikelola secara rasional dan terstruktur melalui konsep Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Abad 21.

Ia membeberkan bahwa rancangan Pembangunan Semesta Berencana tersebut sejatinya telah dirumuskan secara matang pada era Presiden Soekarno dengan menghimpun sumbangsih pikiran lebih dari 600 doktor dan ahli bangsa. Namun, rancangan hebat itu menurutnya disingkirkan pada masa Orde Baru.

"Sudah dibuat oleh 600 doktor, tapi pada zaman Pak Harto tidak dipakai, disembunyikan, dibuang begitu saja," kata Ketua Umum PDIP ini.

Megawati pun menegaskan akan menginstruksikan seluruh jajaran PDIP pada Kongres partai mendatang untuk kembali memperjuangkan jalannya konsep pembangunan tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya