Berita

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Megawati Ajak Rakyat Bersatu Jaga Kedaulatan Indonesia

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rakyat Indonesia diimbau untuk memahami dinamika geopolitik global demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan itu disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya sebagai Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pelataran Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin 17 Agustus 2026.

Dalam amanatnya, Megawati menyoroti ketahanan nasional negara lain, salah satunya Iran, yang dinilai mampu bertahan dari tekanan kekuatan superpower dunia karena kedisiplinan dan soliditas rakyatnya.


"Coba kalau kalian mau tahu politik, yang namanya geopolitik. Pertanyaannya, Amerika yang katanya negara superpower menurut saya kok sampai hari ini tidak bisa mengalahkan Iran? Coba pikir dengan pikiran politik. Ayo kenapa? Itu bukan hanya karena uang, tapi apa? Persatuan bangsa Iran itu luar biasa! Coba bayangkan tidak terpecah belah," kata Megawati.

Ketua Umum PDIP itu menambahkan, sejarah mencatat ketahanan suatu bangsa sangat bergantung pada prinsip gotong royong dan ikatan persatuan internal yang tidak mudah digoyahkan oleh intervensi luar.

"Iran itu saya baca sejarahnya, sebuah negara hampir ribuan tahun tidak pernah terkalahkan. Kenapa? Karena rakyatnya bergotong-royong bersatu padu menjadi satu," tegasnya.

Lebih lanjut, Megawati meluruskan pandangan umum bahwa kekuatan suatu negara ditentukan oleh materi. 

Menurutnya, ketahanan Iran dari tekanan AS terbukti bukan karena faktor finansial semata, melainkan persatuan rakyatnya yang utuh. 

Selain dari kawasan Asia dan Timur Tengah, ia juga meminta masyarakat meneladani disiplin dan fighting spirit negara-negara Eropa yang konsisten menjadikan pendidikan serta kesehatan rakyat sebagai fondasi utama penguasaan ilmu pengetahuan.

"Kita mestinya seperti itu! Kalau akan mulai ada orang yang mengambil namanya daerah kita, apakah kita akan biarkan saja? Kita ini harusnya bersatu padu, tetap, tetap, tetap menjadi yang namanya Indonesia bisa abadi," ujar Megawati.

Lebih jauh, Megawati meyakini kedaulatan suatu bangsa pada akhirnya ditentukan oleh keberanian meletakkan nasib di tangan sendiri serta penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi.

Ia mencontohkan berbagai negara seperti Tiongkok, Jepang, Jerman, hingga Korea Selatan yang mampu berdiri tegak karena mengedepankan kedaulatan ekonomi dan penguasaan teknologi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya