Berita

Pengiriman bantuan untuk korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. (Foto: Dok. BNPB)

Nusantara

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 15:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa diakses tim penanganan bencana.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan, kawasan yang saling terhubung masih ada yang lumpuh, karena akses darat terdampak gempa bumi.

"Terkait akses mobilitas logistik dan evakuasi, jalur lintas darat Larantuka-Maumere terpantau sudah terhubung dan dapat dilalui," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.


"Namun, tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif lain lantaran akses jalan darat penghubung Ende-Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa," sambung Berton.

Kendati begitu, BNPB telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan langkah percepatan penanganan pasca bencana gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu kemarin, 15 Agustus 2026.

Kata Berton, sebagai respons eskalasi bencana, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. 

"Langkah serupa juga telah diambil secara resmi di tingkat kabupaten/kota terdampak," sambungnya menegaskan.

Dalam catatan BNPB, Kabupaten Manggarai telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 90 hari sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026 melalui Keputusan Bupati No. 319/2026, yang diikuti dengan pembentukan pos komando lewat Keputusan No. 320/2026.

Selain itu, Kabupaten Ngada juga memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana dan pembentukan Pos Komando selama 30 hari hingga 15 September 2026 melalui Keputusan Bupati No.441 dan No. 442/KEP/HK/2026.

"Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Timur juga menetapkan status siaga darurat bencana hingga 4 September 2026 melalui Keputusan Bupati No HK/141/Tahun 2026," tambah Berton.

Sementara itu, hingga saat ini tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih bersiaga menyisir lokasi untuk melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan.

"Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai," demikian Berton menutup.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya