Berita

Anggota Komisi IX DPR, Sihar P.H. Sitorus. (Foto: Istimewa)

Politik

Sihar Sitorus: JKN Jangan Hanya Fokus Bayar Orang Sakit

LAPORAN: VAYANTRI DIVIANTA*
MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 12:53 WIB

Komisi IX DPR memberikan perhatian serius pada tata kelola pembiayaan kesehatan agar tidak hanya berfokus pada besaran anggaran atau penanganan defisit Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun harus untuk manfaat kesehatan yang nyata diterima langsung masyarakat. 

Anggota Komisi IX DPR, Sihar P.H. Sitorus mengatakan, masalah kesehatan di Indonesia tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara isu anggaran, klaim BPJS Kesehatan, kapasitas rumah sakit, maupun distribusi tenaga medis. 

Menurutnya, semua komponen itu menjadi bagian dari satu sistem yang menentukan efektivitas alokasi sumber daya kesehatan. 


"Berapa besar anggaran kesehatan dan biaya yang harus dibayar. Pertanyaannya sekarang, apakah setiap rupiah yang kita keluarkan benar-benar menghasilkan kesehatan? Pertanyaan utama health economics," kata Sihar kepada wartawan, Minggu 16 Agustus 2026.

Sihar menyebut data dari Indonesia Health Accounts 2024, total belanja kesehatan Indonesia mencapai Rp639,9 triliun atau sekitar 2,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Pembiayaan publik menyumbang 58,5 persen dari total belanja tersebut, sementara pengeluaran langsung dari kantong masyarakat (out-of-pocket spending) masih berada di angka 28,3 persen. 

Namun, tekanan pembiayaan JKN semakin besar. Pertengahan tahun 2026 klaim pembayaran BPJS kesehatan mencapai Rp16 triliun/bulan dengan potensi defisit sekitar Rp2 triliun/bulan melayani lebih dari 284 peserta.

Dikatakan Sihar, solusi tekanan finansial bukan sekedar menaikkan anggaran, tapi mengubah pendekatan pembiayaan dari paying for sickness (membayar orang sakit) menjadi membiayai kesehatan. 

"Setiap ada tekanan JKN, mencari tambahan uang, jangan seperti itu. Kita harus tau penyakit apa yang paling banyak menyerap biaya. anggaran dana harus lebih kuat di sektor hulu, pelayanan primer, deteksi dini dan penanganan penyakit kronis," tutur dia.

Legislator PDIP ini mencontohkan penyakit seperti hipertensi dan diabetes yang jika tidak dideteksi sejak dini dapat berkembang menjadi stroke, jantung, atau gagal ginjal dengan biaya pengobatan yang jauh lebih tinggi. 

"Oleh karena itu, program penguatan Puskesmas, skrining kesehatan, dan sistem rujukan harus terintegrasi dalam satu rantai pembiayaan," katanya.

Sihar meminta BPJS Kesehatan tidak hanya berfungsi sebagai pembayar klaim, tetapi juga menerapkan strategic purchasing. Mekanisme pembayaran kepada fasilitas kesehatan harus dirancang agar memberi insentif pada peningkatan mutu layanan dan pencegahan penyakit. 

"Penggunaan Penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Assessment) juga perlu diperkuat untuk memastikan efektivitas biaya pada pembiayaan obat dan teknologi medis baru," pungkasnya.

*Kontributor Bali

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya