Berita

Kampanye antikorupsi bertema "Semangat Kemerdekaan Menuju 5 Abad Kota Global: Jaga Jakarta, Jaga Integritas", di Taman Dukuh Atas (Jakarta Creative Zone), Jakarta Pusat, Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto: PPID)

Politik

Pemprov DKI Gandeng KPK Kampanyekan Antikorupsi

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kampanye antikorupsi bertema "Semangat Kemerdekaan Menuju 5 Abad Kota Global: Jaga Jakarta, Jaga Integritas", di Taman Dukuh Atas (Jakarta Creative Zone), Jakarta Pusat, Minggu, 16 Agustus 2026.

"Saya selalu meminta kepada seluruh jajaran Balai Kota dalam setiap kegiatan yang berisiko dan bernilai untuk selalu melakukan koordinasi dan pendampingan dengan KPK," ujar Pramono.

Acara kampanye antikorupsi ini diikuti oleh 10.530 peserta, terdiri dari ASN Pemprov DKI Jakarta serta berbagai elemen masyarakat, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), PKK, Karang Taruna, Dasawisma, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).


Kampanye Antikorupsi yang diselenggarakan pada Hari Bebas Kendaraar Bermotor (HBKB) ini untuk mengajak masyarakat menegakkan hilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus sebagai sarana edukasi kanal pengaduan resmi, yaitu SIPADU untuk pelaporan dugaan kecurangan serta JAKI untuk menyampaikan pengaduan.

"Selain itu, kami juga memberikan pelayanan gratis untuk Dukcapil, kesehatan, kemudian Bapenda, dan sebagainya yang dilakukan secara gratis," lanjutnya.

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pemprov DKI dalam melaksanakan berbagai tugasnya. KPK juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan agar berbagai proyek pembangunan Jakarta dapat berjalan baik dan bertanggung jawab.

"Kami hadir untuk mendukung program-program kerja dari Pemerintah Provinsi DKI agar proyek-proyek pembangunan semua dapat dilaksanakan dengan baik dan benar serta penuh rasa tanggung jawab," kata Johanis.

Ia pun mengimbau masyarakat agar turut berpartisipasi mengawasi pelaksanaan pembangunan agar terhindar dari penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi.

"Tolong disampaikan kepada Pak Gubernur dan disampaikan juga pada kami agar kami dapat berkoordinasi dengan Pak Gubernur untuk kemudian mengambil tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku yang menyalahgunakan kewenangan," ucapnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya