Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)

Politik

20 Ormas Bentukan Hashim Berpeluang Jadi Kekuatan Prabowo di 2029

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 05:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Prabowo Subianto perlu membangun kekuatan politik baru yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada jejaring kekuasaan rezim sebelumnya.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai kekuatan yang saat ini menopang pemerintahan Prabowo masih banyak berasal dari jejaring rezim lama, baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. 

Kondisi tersebut, kata dia, membuat Prabowo perlu mengambil langkah lebih tegas untuk membangun basis kekuatan politiknya sendiri.


“Belum ada ketegasan Prabowo terkait ijazah Jokowi dan Gibran. Prabowo harus membangun kekuatan baru,” kata Amir, dikutip Minggu 16 Agustus 2026.

Amir juga menyoroti langkah Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, yang disebut mendirikan sekitar 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai bagian dari upaya memperkuat basis pendukung Prabowo.

Ia berharap puluhan ormas tersebut tidak sekadar menjadi kendaraan politik baru, tetapi benar-benar diisi oleh kekuatan pendukung Prabowo.

“Kita berharap pengurus Gerindra tidak merangkap ormas itu. Jangan sampai tidak memverifikasi orang rezim lama ada di ormas tersebut,” kata Amir.

Namun, Amir mengingatkan bahwa keterlibatan keluarga dalam politik harus dikelola secara hati-hati. Ia menilai nepotisme merupakan hal yang tabu dalam politik dan karena itu posisi Hashim sebagai adik Prabowo perlu ditempatkan secara proporsional.

Amir kemudian membandingkan situasi tersebut dengan era Presiden Soeharto. Menurut dia, Soeharto tidak memasukkan adik tirinya, Probosutedjo, ke dalam politik praktis, tetapi memberikan ruang dalam bidang bisnis. 

“Dalam politik, nepotisme itu tabu,” kata Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya