Berita

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 21:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah mulai mengerahkan personel gabungan untuk mempercepat penanganan bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Langkah itu menjadi salah satu hasil rapat koordinasi yang digelar pemerintah pada pukul 14.00 WIB, dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, seluruh unsur terkait akan mengerahkan personel untuk membantu Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak langsung bencana.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala BNPB, BMKG, Basarnas, unsur TNI/Polri, Forkopimda NTT, pemerintah kabupaten/kota terdampak, BPBD, hingga Kementerian Sosial.

“Dalam Rapat Koordinasi awal pertama ini masing-masing akan mengerahkan personelnya langsung membantu Pemprov NTT dan Pemda Kabupaten/Kota terdampak langsung ke daerah bencana,” kata Suharyanto.

Menurutnya, pengerahan personel tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan dapat berjalan secara terpadu, terutama di wilayah yang terdampak langsung gempa.

BNPB bersama unsur pemerintah pusat juga akan melakukan koordinasi lanjutan setelah tiba di NTT. 

Adapun, Suharyanto mengatakan dirinya akan bertolak ke NTT bersama Menko PMK pada malam hari menggunakan pesawat komersial.

"Kami dan saya Kepala BNPB nanti malam menggunakan pesawat komersial akan segera berangkat dan direncanakan besok pagi sesampainya di NTT di Kupang lanjut di Ende," ujarnya.

Setibanya di NTT, pemerintah berencana menggelar rapat koordinasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota guna memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti.

"Di sana kami juga akan menggelar Rakor tingkat provinsi dan kabupaten/kota," demikian Suharyanto.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya