Berita

Personel TNI dalam penanganan dampak gempa Nusa Tenggara Timur. (Foto: Puspen TNI)

Bisnis

PHRI Masih Hitung Dampak Gempa, Okupansi Hotel NTT Terancam

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 19:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) masih melakukan pendataan untuk menghitung dampak ekonomi akibat gempa bumi 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah NTT, khususnya Pulau Flores, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ketua BPD PHRI NTT Hansel Liyanto mengatakan, pihaknya belum dapat memperkirakan besaran penurunan pendapatan maupun perputaran ekonomi sektor hotel akibat gempa. Hal itu lantaran kejadian baru berlangsung dan proses pendataan di sejumlah daerah masih berjalan.

“Karena kejadiannya masih sangat baru, kami belum dapat memperkirakan secara pasti berapa besar potensi penurunan pendapatan atau perputaran ekonomi industri hotel. Saat ini kami masih melakukan koordinasi dan pendataan dengan BPC PHRI di wilayah Flores,” kata Hansel kepada RMOL.


Meski demikian, Hansel mengatakan kondisi pascagempa yang berlangsung cukup lama berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi sektor pariwisata.

“Yang menjadi perhatian kami, apabila kondisi pascagempa berlangsung cukup lama, tentu dapat berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan, perjalanan dinas, kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), maupun tingkat hunian hotel,” sambungnya.

Terkait kondisi hotel, Hansel mengatakan Nagekeo menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. PHRI masih mengalami kendala komunikasi dengan BPC PHRI Nagekeo.

“Sampai saat ini komunikasi dengan Ketua BPC PHRI Nagekeo masih agak sulit, sehingga kami masih menunggu informasi lebih lengkap mengenai kondisi anggota hotel dan restoran di sana,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa BPC PHRI di Flores yang berhasil dihubungi, yakni Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka, melaporkan kondisi hotel di wilayah masing-masing relatif aman dengan beberapa kerusakan ringan.

Khusus Manggarai Barat, terutama Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata utama NTT, Hansel memastikan aktivitas pariwisata telah kembali normal.

“Tadi memang sempat ada pembatasan terkait aktivitas penerbangan dan pelayaran, namun saat ini pembatasan tersebut sudah dicabut sehingga aktivitas penerbangan, pelayaran, dan kegiatan pariwisata kembali berjalan,” jelasnya.

Meski demikian, PHRI masih memantau tingkat okupansi dan reservasi hotel pascagempa. Hingga saat ini, belum terdapat data yang cukup untuk menyimpulkan adanya penurunan okupansi maupun pembatalan reservasi secara signifikan.

“Untuk okupansi dan reservasi, kami masih memantau perkembangannya karena kejadian baru berlangsung hari ini. Kami belum mendapatkan data yang cukup untuk menyimpulkan adanya penurunan okupansi atau pembatalan reservasi secara signifikan,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya