Berita

Ilustrasi hukum. (Foto: artificial intelligence)

Hukum

PT Lintas Armada Indonesia Rombak Tim Hukum Hadapi Sengketa Vendor China

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 11:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengelola kapal niaga yang berbasis di Pluit, Jakarta Utara, PT Lintas Armada Indonesia berkomitmen menuntaskan konflik internal dan sengketa hukum yang tengah membelit perusahaan.

Langkah krusial diambil manajemen dengan menempuh jalur mediasi sekaligus merombak total tim penasihat hukumnya demi mengurai masalah bisnis, termasuk transaksi internasional.

Direktur PT Lintas Armada Indonesia, Antonius Chandra menyatakan, restrukturisasi dilakukan demi mengembalikan tata kelola perusahaan agar selaras dengan integritas bisnis.


Pihaknya resmi menunjuk De El Law Firm sebagai kuasa hukum baru untuk melakukan audit menyeluruh atas berbagai persoalan hukum yang bersinggungan dengan operasional perusahaan, baik di ranah internal maupun eksternal.

"Salah satu strategi utama yang kami lakukan adalah mengganti tim hukum dengan yang lebih profesional dan selaras dengan visi-misi perusahaan," ujar Antonius dalam keterangan resminya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kendati ada perombakan, Antonius memastikan dinamika ini tidak mengganggu operasional bisnis utama perusahaan. Seluruh karyawan dari divisi lain dipastikan tetap bekerja normal di bawah bendera PT Lintas Armada Indonesia.

Perombakan tim hukum ini juga menjadi momentum perusahaan untuk menghadapi sengketa bisnis internasional dengan vendor asal China, PT Huihuangdao Huixin Import and Export Co., Ltd. Melalui tim hukum barunya, pimpinan perusahaan mendorong agar sengketa penyerahan kewajiban tersebut diselesaikan di meja mediasi.

Antonius menolak keras jika perinsulaannya dituding sengaja menghindari kewajiban pembayaran dalam transaksi antar-negara tersebut. Menurutnya, inti dari permasalahan ini bukanlah ketidakmampuan membayar, melainkan adanya kewajiban kontraktual yang belum dipenuhi oleh pihak penjual asal China tersebut.

Sebagai bukti itikad baik (good faith), PT Lintas Armada Indonesia sebenarnya telah menyetorkan dana mencapai 950 ribu Dolar AS yang ditransfer secara bertahap sejak Mei 2016. Pelunasan sisa pembayaran kini tertahan semata-mata menunggu pemenuhan kewajiban kontraktual dari pihak PT Huihuangdao Huixin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya