Berita

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Foto: RMOL)

Politik

4 Kandidat Ketum PBNU Mulai Menguat Jelang Muktamar

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 22:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) makin menghangat menjelang gelaran Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 29 Agustus 2026.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan menilai sejumlah nama figur yang belakangan muncul ke publik memiliki potensi kuat untuk memperebutkan kursi PBNU-1.

"Dari enam hingga delapan nama kandidat Ketum PBNU yang beredar, saya kira masing-masing memiliki plus-minus," ujar Yusak kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Jumat, 14 Agustus 2026.


Yusak menilai di tengah dinamika geopolitik dan kompleksitas persoalan global saat ini, PBNU membutuhkan figur kepemimpinan yang tidak hanya andal secara internal, tetapi juga berwawasan internasional.

"Ketua Umum PBNU ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi dan jejaring internal, tetapi juga perlu memiliki pengalaman diplomasi internasional serta rekam jejak global," tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) tersebut.

Lebih lanjut, Yusak membeberkan empat nama potensial yang dinilai layak dipertimbangkan dan diprediksi bakal menguat menjelang pelaksanaan Muktamar.

"Nama-nama seperti KH Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan KH Marsudi Syuhud saya kira sangat layak dipertimbangkan sebagai Ketua Umum PBNU," bebernya.

Keempat tokoh tersebut, menurut Yusak, memadukan rekam jejak kepemimpinan organisasi yang teruji serta komitmen kuat dalam mendorong dialog antaragama dan peradaban di tingkat dunia.

"Serta memiliki kapasitas dalam memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia dalam percaturan global," pungkas Yusak.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya