Berita

Vibroseis EnviroVibe 15.000 lbs milik Elnusa. (Foto: Humas Elnusa)

Bisnis

Perkuat Ketahanan Energi RI, Elnusa Buktikan Kapabilitas Geoscience Berbasis Teknologi

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dalam rangka mendukung program ketahanan energi nasional, PT. Elnusa Tbk (Elnusa) sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi dan bagian dari Subholding Upstream PT. Pertamina Tbk, membuat sejumlah terobosan lewat penguatan kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS).

Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji menjelaskan, pihaknya melakukan penguatan dengan basis GRS tersebut untuk mendukung kebutuhan eksplorasi dan industri energi melalui teknologi, inovasi, serta pengalaman operasional yang terintegrasi.

"Bagi Elnusa, teknologi dan inovasi bukan hanya menjadi bagian dari perangkat operasional, tetapi merupakan enabler dalam menghadirkan solusi energi yang semakin adaptif dan bernilai tambah," ujarnya saat membuka Media Visit Pertama di Warehouse BSD Elnusa, di Jl. Tekno Widya, Setu, Tangerang Selatan, Kamis pagi, 13 Agustus 2026.


Menurutnya, model GRS yang diimplementasikan Elnusa mengintegrasikan kapabilitas akuisisi, pengolahan, dan pemodelan data, guna menghasilkan high-resolution subsurface insights, sebagai dasar dalam memahami kondisi bawah permukaan bumi dalam rangka mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan eksplorasi maupun engineering. 

Beberapa inovasi yang telah dilakukan Elnusa, lanjut Rustam memaparkan, di antaranya adalah pemanfaatan teknologi wireless dan nodal yang juga memberikan pilihan metode akuisisi lebih fleksibel, khususnya untuk wilayah remote dan kondisi lapangan dengan tantangan akses.

"Karena itu, kami terus mengembangkan kapabilitas teknologi sekaligus memastikan kesiapan ekosistem pendukungnya, mulai dari expertise, equipment, pengelolaan material hingga mobilisasi ke lokasi operasi," urai Rustam. 

"Integrasi seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan,” sambungnya.

Dia menyebutkan, kebutuhan akuisisi data dengan karakteristik lapangan yang beragam tercatat dimiliki Elnusa dalam portofolio teknologi yang mencakup land seismic, marine seismic, nodal technology, seismic drilling, recording system, Vibroseis, Ocean Bottom Nodes, hingga non-seismic survey

Kapabilitas tersebut didukung lebih dari 100 set surveying, navigation, positioning, lebih dari 250 set seismic drilling, lebih dari 25.000 channel recording & cable system, 9 Vibroseis, 1 Indonesian Seismic Vessel, 2.000 Ocean Bottom Nodes, 8.000 Onshore SmartSolo Nodes, serta 25.000 Onshore Stryde Nodes.

Selain itu, pengalaman lain dalam teknologi akuisisi data seismik juga terus berkembang sejak 2005. Dimana, Elnusa telah menggunakan Sercel 428 XL berkapasitas 20.000 channel, dilanjutkan dengan RT 2 Wireless Seismic System berkapasitas 2.000 channel sejak 2015. 

"Pada 2021, Elnusa menambah 8.000 channel SmartSolo untuk mendukung survei di area remote, kemudian pada 2025 memperkuat kapasitasnya melalui 25.000 channel node STRYDE. Pengembangan tersebut memperluas pilihan teknologi Elnusa dalam mendukung akuisisi data seismik pada berbagai kondisi operasi," papar Rustam.

Pada sisi sumber getar, Rustam menyebut Elnusa memiliki Vibroseis EnviroVibe 15.000 lbs, yang digunakan untuk mendukung pencitraan bawah permukaan, termasuk pada area pertambangan, sub-volcanic terrain, dan kawasan urban.

Kapabilitas ini juga menjadi ruang bagi Elnusa untuk mengembangkan inovasi karya anak bangsa, salah satunya MiniVibro yang dikembangkan sebagai sumber getar berukuran ringkas untuk kebutuhan geohazard dan geotechnical survey.

"MiniVibro memiliki kapasitas hingga 4.000 lbs dengan rentang frekuensi 10–200 Hz serta desain yang compact dan maneuverable, sehingga dapat mendukung survei pada area dengan keterbatasan akses," tuturnya.

Rustam menegaskan, pengembangan MiniVibro mencerminkan kemampuan Elnusa mengolah pengalaman dan kebutuhan lapangan menjadi solusi teknologi, yang ternyata dikembangkan melalui kompetensi engineering dalam negeri.

Selain untuk kebutuhan survei, kapabilitas Vibroseis Elnusa juga dikembangkan untuk aplikasi lain, termasuk pemanfaatan metode Vibroseismic EOR sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung peningkatan produksi dengan mempertimbangkan aspek lingkungan.

"Vibroseis juga dapat digunakan sebagai alternatif sumber getar untuk survei pada area batubara dengan kompleksitas batuan tertentu," sambungnya mengurai.

Dari sisi kesiapan operasional, Elnusa didukung oleh ekosistem supply chain yang terintegrasi, seperti pada Warehouse Elnusa BSD yang menjadi salah satu fasilitas pendukung yang berperan dalam pengelolaan material dan equipment, mulai dari penerimaan, penyimpanan, inventory management, hingga mobilisasi ke lokasi kerja. 

"Dengan luas area sekitar 4.505 m², fasilitas ini mendukung pengelolaan kebutuhan operasional secara terstruktur agar material dan equipment dapat tersedia sesuai kebutuhan," katanya.

Ditambah, kata Rustam, kesiapan aset juga didukung oleh fungsi Asset Reliability & Productivity melalui pengelolaan keandalan, ketersediaan, dan produktivitas aset, mencakup strategi pemeliharaan, condition monitoring, serta pengelolaan risiko untuk menjaga equipment, sistem akuisisi, dan infrastruktur pendukung tetap memenuhi standar teknis, keselamatan, dan kualitas.

Penguatan kapabilitas GRS beserta ekosistem pendukungnya, ditegaskan Rustam, menjadi bagian dari tema yang diangkat Elnusa pada tahun 2026 ini, yakni “Rediscover Technology and Innovation Edge”.

"Melalui perpaduan teknologi, inovasi, engineering expertise, kesiapan aset, dan dukungan operasional, Elnusa terus mengembangkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan eksplorasi secara lebih tepat sekaligus memperkuat kontribusinya bagi industri energi," demikian Rustam menambahkan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya