Berita

Peneliti LSAK Ahmad Hariri (Foto: Ist)

Politik

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Fenomena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah mencapai 17 kali dalam periode ini dinilai menjadi tamparan keras bagi demokrasi Indonesia.

Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai tingginya angka penindakan tersebut tidak hanya menunjukkan masih maraknya korupsi di lingkungan pemerintahan, tetapi juga mengindikasikan adanya persoalan dalam sistem politik, terutama mahalnya biaya pemilihan kepala daerah (pilkada).

Peneliti LSAK Ahmad Hariri mengatakan, besarnya biaya politik berpotensi menciptakan beban bagi kepala daerah terpilih untuk mengembalikan modal sekaligus memenuhi berbagai komitmen politik selama proses pilkada.


“Sebanyak 17 kali OTT dilakukan KPK dalam periode ini,” kata Ahmad melalui keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut dia, penindakan KPK tidak hanya menyasar kepala daerah, tetapi juga pejabat di sejumlah instansi vertikal, termasuk lingkungan pengadilan negeri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta keimigrasian.

“OTT KPK menunjukkan bahwa lembaga penegak hukum ini terus konsisten bekerja mengawasi para penyelenggara negara,” ujarnya.

LSAK menilai, berbagai kasus yang melibatkan gubernur, bupati, hingga wali kota memperlihatkan pola korupsi yang berulang, mulai dari dugaan fee proyek, pemerasan, pungutan terhadap dinas, hingga konflik kepentingan.

Ahmad menilai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari tingginya biaya politik dalam pilkada. Modal politik yang besar dinilai berpotensi mendorong kepala daerah mencari sumber pembiayaan setelah menduduki jabatan.

“Pembiayaan pilkada yang mahal menuntut hutang janji dan hutang modal yang harus segera dipenuhi para kepala daerah,” katanya.

Karena itu, LSAK mendorong agar 17 OTT KPK tidak hanya dilihat sebagai keberhasilan penindakan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pilkada.

LSAK menilai kritik terhadap OTT KPK dengan istilah “berburu di kebun binatang” tidak relevan dijadikan alasan untuk mengurangi penindakan korupsi. Menurut Ahmad, perhatian justru perlu diarahkan pada pembenahan sistem politik yang berpotensi melahirkan praktik korupsi.

“Oleh karena itu, peran DPR dan pemerintah harusnya menyambut koreksi KPK pada perubahan signifikan pada sistem pemilu yang berkualitas dan menghasilkan kepala daerah berintegritas,” ujar Ahmad.

LSAK berharap momentum peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus dapat menjadi titik awal untuk mengevaluasi sistem politik, biaya pilkada, serta mekanisme pengawasan agar pemberantasan korupsi tidak berhenti pada penindakan, tetapi juga menyentuh akar persoalannya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya