Berita

Kepala BNPT Eddy Hartono. (Foto: Istimewa)

Politik

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, BNPT Bangun Nasionalisme Ponpes Al Muttaqin Jepara

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 22:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat pendekatan kolaboratif dalam pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme melalui pemberdayaan masyarakat. 

Bersama Densus 88 Anti Teror Polri, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, serta pelaku usaha, BNPT mendorong penguatan kemandirian ekonomi, keterampilan, dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah yang berlangsung selama 7 hari sejak tanggal 10 Agustus 2026. 

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah berkelanjutan pasca deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) pada Desember 2024. Di mana, Pondok Pesantren Al Muttaqin merupakan pesantren yang terafilliasi dengan eks-Jamaah Islamiyah (JI) terbesar kedua di Indonesia.


"Harapannya kedepan kita menciptakan ekosistem ekonomi di pesantren sehingga anak (para santri) punya bekal kedepannya dan terhindar dari ajaran intoleransi, radikalisme dan terorisme," ujar Eddy Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu 12 Agustus 2026.

Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jawa Tengah Densus 88 AT Polri Kombes. Pol. Chairul Anam menegaskan bahwa sinergi lintas instansi akan terus dilakukan untuk memastikan proses tersebut berjalan secara berkelanjutan. 

"Kami dari pemerintah baik itu BNPT dan Densus 88 sepakat pasca pembubaran eks JI kami akan selalu bersama-sama memajukan bangsa dengan budaya dan kearifan lokal serta kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan," ucapnya.

Kegiatan pemberdayaan di Ponpes Al Muttaqin, dipaparkan Eddy lagi, merupakan bagian dari implementasi agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029.

"Khususnya Prioritas Nasional (PN) ke-2 terkait pemantapan sistem pertahanan dan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa, PN ke-3 yakni terkait perluasan lapangan kerja berkualitas dan PN ke-4 yaitu penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)," tuturnya.

Program ini juga mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase 2, khususnya pada tema pendidikan, keterampilan masyarakat, dan fasilitasi lapangan kerja.

"Dengan demikian, pencegahan ekstremisme ditempatkan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan ketahanan sosial," demikian Eddy.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya