Berita

Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force tingkat DPC se-Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Aston, Palembang, Rabu 12 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Hanura Bakal Evaluasi Caleg Berbasis Survei

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 22:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Hanura menyiapkan mekanisme evaluasi calon legislatif (caleg) berbasis survei untuk menghadapi Pemilu 2029. 

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, elektabilitas dan peluang keterpilihan caleg akan dipantau secara berkala.

“Setelah konsolidasi ini sudah 100 persen, maka kita akan mengukur kekuatan. Kita akan survei di mana tingkat awareness partai, di mana positioning elektabilitas partai,” kata Rio dalam acara Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force tingkat DPC se-Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Aston, Palembang, Rabu 12 Agustus 2026.


Hasil survei tersebut kemudian akan diturunkan ke tingkat daerah pemilihan (dapil). Hanura akan memetakan daerah yang memiliki potensi memperoleh kursi, sekaligus mengukur kekuatan masing-masing bakal caleg.

Rio mencontohkan, apabila seorang kandidat berada di urutan kesembilan dalam hasil survei, Hanura akan memberikan program dan waktu sekitar enam bulan untuk meningkatkan elektabilitasnya.

“Bekerja selama enam bulan, dan kita survei kembali. Apakah naik atau tidak,” ujar Rio.

Menurut Rio, mekanisme tersebut juga akan menjadi dasar pemberian reward dan punishment kepada kader yang diproyeksikan maju dalam Pemilu.

Rio menegaskan, persiapan Hanura tidak sekadar membangun struktur partai, tetapi juga memastikan setiap mesin politik memiliki target elektoral yang terukur. 

"Kita akan mulai survei tahun depan, setelah struktur pengurus hingga ke tingkat kecamatan rampung 100 persen, dilanjutkan 83.000 desa," pungkas Rio.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya