Berita

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, Selasa 11 Agustus 2026 (Foto: Kemenag)

Nusantara

Harapan Baru di Pidie Jaya: MIN 5 Dibuat Lebih Megah dan Modern Pasca-Banjir

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, pada Selasa 11 Agustus 2026. 

Langkah ini merupakan wujud dari program pemulihan serta perbaikan sarana pendidikan keagamaan pascabencana di Provinsi Aceh.

Selain prosesi peletakan batu pertama, agenda acara juga mencakup peninjauan lapangan, penyerahan sertifikat, hingga penanaman pohon. Guna merealisasikan proyek revitalisasi dan pembangunan madrasah ini, Kementerian Agama mengalokasikan dana bantuan senilai Rp12.364.805.000.


Menag menjelaskan bahwa gedung baru MIN 5 Pidie Jaya dirancang untuk menyediakan sarana belajar yang jauh lebih memadai serta menjawab kebutuhan warga sekitar.

“Keberadaan madrasah akan datang penggantinya yang lebih baik lagi. Dan ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita setempat,” ujar Menag, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia menambahkan, rancangan gedung tidak sekadar menyediakan ruang kelas, tetapi juga bakal dilengkapi dengan serangkaian fasilitas penunjang. Berdasarkan cetak biru pembangunan, area komprehensif madrasah ini akan memiliki masjid, rumah dinas guru, laboratorium, perpustakaan, area bermain/halaman, kantin, serta fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

“Semua keperluan sekolah, insyaallah, akan hadir di tempat ini. Insyaallah, mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik daripada yang telah meninggalkan kita,” kata Menag

Menag berharap proses konstruksi dapat berjalan lancar dan selesai dalam waktu singkat agar para peserta didik MIN 5 Pidie Jaya bisa segera menikmati fasilitas sekolah yang lebih aman, nyaman, dan layak.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah,” tutur Menag.

Dalam sambutannya, Menag menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tinggi kepada warga lokal, khususnya para murid yang kelak memanfaatkan fasilitas baru tersebut. Ia turut mengajak para orang tua dan wali murid untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan dan kesejahteraan bangsa.

“Mari kita doakan bangsa dan negara kita. Semoga, insyaallah, tetap diberikan keberuntungan dan kedamaian untuk mengarungi bahtera masa depan bangsa yang berwibawa,” pesannya.

Ia menekankan pentingnya percepatan pengerjaan fisik agar anak-anak tidak terlalu lama belajar dalam kondisi darurat. Sebab, akibat keterbatasan sarana pascabencana, kegiatan belajar mengajar MIN 5 Pidie Jaya sempat harus menginduk di masjid.

“Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi, ya. Jadi makin cepat lebih baik, supaya anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai. Selama ini kan menggunakan masjid dan sangat terbatas,” ungkap Menag.

Upaya rekonstruksi fasilitas pendidikan keagamaan ini tidak berhenti di Pidie Jaya saja. Kemenag terus menggulirkan program pembangunan dan perbaikan madrasah di berbagai daerah terdampak bencana lainnya, termasuk kawasan Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Langkah ini mempertegas komitmen Kementerian Agama dalam menjamin kelangsungan akses pendidikan yang berkualitas bagi warga terdampak bencana. Pembenahan infrastruktur madrasah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor pendidikan sekaligus menciptakan ruang belajar yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa.

Kehadiran gedung baru MIN 5 Pidie Jaya diproyeksikan tidak cuma menjadi fondasi fisik semata, tetapi juga momentum untuk mendongkrak mutu pendidikan madrasah secara keseluruhan di Pidie Jaya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya