Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Stabil Jelang Rilis Inflasi AS, Indeks DXY Naik Tipis

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS di pasa uang New York bergerak stabil pada penutupan perdagangan Selasa 11 Agustus 2026 waktu setempat. Sementara, indeks Dolar AS (DXY) naik tipis menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) periode Juli yang dinantikan pasar. 

Data tersebut akan menjadi salah satu acuan penting dalam menentukan ekspektasi arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Indeks DXY, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama termasuk Euro dan Yen, naik 0,06 persen menjadi 99,83. Euro melemah 0,02 persen ke 1,154 Dolar AS, sedangkan Yen Jepang menguat tipis 0,01 persen menjadi 159,28 per Dolar AS.


Pergerakan Dolar AS masih dipengaruhi perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Pelaku pasar mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga pada September setelah data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat menunjukkan jumlah pekerja secara tak terduga menyusut sepanjang bulan lalu.

Pelaku pasar futures suku bunga The Fed kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September sekitar 50 persen, turun dari 58 persen sepekan sebelumnya.

Di sisi lain, potensi kenaikan inflasi kembali dapat mendorong penguatan Dolar AS karena meningkatkan peluang pengetatan kebijakan moneter. Sebaliknya, berlanjutnya tren disinflasi berpotensi menekan greenback karena memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan.

Tekanan terhadap Dolar AS juga datang dari pergerakan harga minyak. Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam sepekan akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah dan Rusia, terutama setelah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan kembali lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Namun, harga energi masih berada jauh di bawah level tertingginya baru-baru ini sehingga dampaknya terhadap inflasi masih menjadi perhatian pasar.

Yen masih menjadi salah satu mata uang yang menjadi perhatian dalam perdagangan Dolar AS. Amerika Serikat dan Jepang berkoordinasi melakukan intervensi valuta asing pada bulan lalu untuk menopang Yen setelah mata uang tersebut merosot ke level terendah dalam 40 tahun terhadap Dolar AS.

Sejak intervensi tersebut, Yen kembali kehilangan sebagian penguatannya sehingga membuka peluang intervensi lanjutan. Analis menilai yen masih berpotensi tertekan hingga fundamental ekonomi membaik dan Bank of Japan (BOJ) kembali menaikkan suku bunga.

Di kawasan lain, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan pada 4,35 persen sesuai ekspektasi pasar, tetapi memperingatkan kemungkinan kembali menaikkan suku bunga. Kebijakan tersebut turut menopang Dolar Australia yang menguat 0,06 persen menjadi 0,7056 Dolar AS.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya