Berita

Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Istimewa)

Nusantara

KRP Rawat Tradisi Reyog Warisan Budaya Dunia

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 23:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) konsisten menjaga, merawat, dan memperkenalkan kesenian Reyog Ponorogo sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, HUT ke-12 KRP bertepatan dengan peringatan HUT ke-530 Kabupaten Ponorogo.

Wakil Ketua Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Suparno alias Nojeng mengatakan, KRP didirikan oleh para pegiat Reyog Ponorogo di Jakarta dan sekitarnya dengan semangat mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberlangsungan seni budaya asal Ponorogo di tengah masyarakat perkotaan Jakarta dan sekitarnya, serta mendukung pengakuan dunia internasional (UNESCO) terhadap Reyog Ponorogo.

Menurutnya, keberadaan KRP tidak sekadar menjadi wadah berkumpul bagi para pecinta Reyog, tetapi juga memiliki misi lebih besar, yakni memastikan kesenian tradisional tersebut tetap hidup, dikenal generasi muda dan terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.


"Kami ingin generasi muda tetap mengenal, mencintai, dan ikut menjaga kesenian ini," kata Nojeng, dikutip Rabu 12 Agustus 2026.

Nojeng menjelaskan, perjuangan KRP dalam menjaga Reyog Ponorogo semakin mendapat perhatian ketika muncul persoalan terkait upaya pengajuan Reyog sebagai warisan budaya dunia UNESCO. 

"Kegagalan Reyog mendapatkan tiket pengajuan pada saat itu menjadi momentum bagi para pegiat budaya untuk tidak berhenti memperjuangkan pengakuan internasional," kata Nojeng.

Ia menuturkan, KRP kemudian mengambil langkah dengan menyampaikan aspirasi kepada DPR. Para pegiat Reyog dari Jakarta dan sekitarnya diterima Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada 21 Juni 2022 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, KRP menyampaikan harapan agar DPR RI turut memberikan dukungan terhadap perjuangan pengakuan Reyog Ponorogo sebagai warisan budaya dunia UNESCO.

Dukungan dari lembaga negara dinilai penting karena perjuangan menuju pengakuan UNESCO bukan hanya persoalan mendapatkan sebuah predikat internasional, tetapi juga menyangkut upaya membangun kesadaran bahwa seni tradisional merupakan identitas dan kekayaan bangsa yang harus dilindungi secara berkelanjutan.

Nojeng mengaku bangga dan bersyukur, karena Reyog Ponorogo sudah resmi diakui dan masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) oleh UNESCO dan menjadi warisan budaya takbenda Indonesia ke-14 yang dikukuhkan oleh badan kebudayaan PBB tersebut.

"Kategorinya masuk dalam daftar In Need of Urgent Safeguarding atau Warisan Budaya Takbenda yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak," pungkas Nojeng.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya