Berita

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Verrell Bramasta. (Foto: Istimewa)

Politik

Legislator PAN: Jangan permainkan Simbol Agama Demi Kepentingan Komersil

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 16:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Viralnya video promosi miras merek “Newport” yang ditukar dengan hafalan Al Quran Surat Ad Dhuha menjadi sorotan politisi di DPR RI.

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Verrell Bramasta mengecam keras aksi promosi minuman keras yang menggunakan ayat suci Al Qur’an sebagai bagian dari tantangan berhadiah dalam sebuah festival musik.

"Ini sudah keterlaluan. Al Qur’an adalah kitab suci yang harus dihormati, bukan dijadikan gimmick atau alat promosi untuk menjual minuman keras,” kata Verrell kepada wartawan, Selasa 11 Agustus 2026.


Anggota Komisi X DPR  RI ini memandang, kebebasan dalam berpromosi tetap harus memperhatikan norma agama, etika, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Verrell meminta pihak yang bertanggung jawab memberikan klarifikasi dan mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jangan sampai demi kepentingan komersial, simbol dan ayat suci agama justru dipermainkan. Ini harus menjadi perhatian serius,” ketusnya.

Lebih jauh  mendorong aparat  penegak hukum dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ruang publik harus dijaga. Kita ingin Indonesia menjadi negara yang menjunjung tinggi toleransi sekaligus menghormati kesucian ajaran setiap agama,” pungkasnya. 

Media sosial dihebohkan dengan potongan video yang menayangkan promosi miras gratis di sela-sela festival musik The Sounds Project di mana Newport membuka stand pameran.

Di depan stand Newport, sales dan pembawa acara menantang (challenge) bagi siapa saja pengunjung yang bisa menghafal surat Ad Dhuha akan mendapatkan miras gratis.

Sementara The Sounds Project  selaku penyelenggara event secara tegas menyatakan marah, kecewa, dan mengecam perilaku yang menjadi sorotan tersebut.

Mereka menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan terhadap tindakan yang menjadikan agama sebagai bahan challenge maupun sebagai bagian dari promosi produk.

“Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tegas The Sound Project.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya