Berita

Aktivitas promosi minuman beralkohol di festival musik di Ancol pada Minggu, 9 Agustus 2026. (istimewa)

Politik

DPR Kecam Promosi Miras Pakai Ayat Al Quran di Festival Musik

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penyelenggara festival musik diminta bertanggung jawab atas dugaan penggunaan ayat Al-Quran dalam aktivitas promosi minuman beralkohol merek Newport.

Penggunaan materi tersebut dinilai tidak sekadar menyangkut kreativitas pemasaran, tetapi juga berkaitan dengan etika bisnis serta penghormatan terhadap nilai agama dan kehidupan sosial masyarakat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mengecam dugaan promosi tersebut dan meminta persoalan itu ditindaklanjuti secara serius.


"Kalau benar ayat Al Quran digunakan untuk mempromosikan minuman keras, ini bukan sekadar salah strategi marketing. Ini sudah menyentuh wilayah sensitivitas agama dan etika bisnis yang harus kita sikapi secara serius," ujar Kawendra dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, penyelenggara maupun pihak terkait tidak boleh menjadikan kreativitas pemasaran sebagai alasan untuk mengabaikan batas kepatutan dalam mempromosikan produk.

Kawendra juga mendorong Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) melakukan investigasi untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam aktivitas promosi tersebut.

"Saya mendorong BPKN untuk menginvestigasi secara menyeluruh. Kalau ditemukan pelanggaran, jangan berhenti pada permintaan maaf atau klarifikasi. Harus ada tindakan dan sanksi yang tegas sesuai aturan," tegasnya.

Selain BPKN, Kementerian Perdagangan diminta mengevaluasi aspek perizinan dan distribusi produk apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Ia menilai pelaku usaha tetap memiliki ruang untuk berinovasi dalam memasarkan produknya. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh mengabaikan norma agama dan kepatutan.

"Ruang usaha terbuka lebar. Kreativitas marketing juga penting. Tetapi jangan sampai kreativitas mengorbankan moralitas dan sensitivitas agama demi mengejar penjualan. Ini yang harus menjadi batas bersama," kata Kawendra.

Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video aktivitas promosi di booth sponsor Newport pada gelaran The Sounds Project, 9 Agustus 2026, beredar di media sosial. Dalam video tersebut, pengunjung merekam aktivitas tantangan menghafal surat Ad-Dhuha dengan hadiah minuman beralkohol.

Pihak The Sounds Project kemudian menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengecam aktivitas tersebut. Penyelenggara menegaskan kegiatan itu berlangsung di luar pengetahuan, arahan, persetujuan, dan kendali panitia.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apapun," ujar pihak The Sounds Project dalam pernyataan resminya, Selasa, 11 Agustus 2026. 

Penyelenggara juga menyatakan telah menegur pihak sponsor dan meminta kasus tersebut diselesaikan hingga tuntas. Selain itu, panitia mengawal proses identifikasi pihak-pihak yang terlibat serta melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak manapun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tegasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya