Berita

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (Foto: Dok. APJII)

Bisnis

30 Tahun APJII, Perkuat Kolaborasi Perluas Akses Internet Nasional

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 21:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berkomitmen memperkuat kedaulatan digital melalui pemerataan akses internet, penguatan infrastruktur nasional, serta kolaborasi lintas sektor.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 APJII di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan ajang Internet Days 2026 bertema "Koneksi Baik untuk Negeri".

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif menyatakan, selama tiga dekade internet telah bertransformasi menjadi infrastruktur strategis yang menentukan daya saing bangsa. Karena itu, pembangunan konektivitas tak lagi sekadar menghadirkan jaringan, melainkan memastikan masyarakat memperoleh layanan cepat, berkualitas, dan terjangkau.


"Tema 'Koneksi Baik untuk Negeri' merupakan komitmen kami untuk memastikan manfaat internet dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selama tiga dekade, APJII terus berupaya membangun ekosistem internet nasional yang semakin kuat, terbuka, dan kolaboratif," ujar Arif dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Arif menekankan, tantangan utama ke depan bukan sekadar memperluas jangkauan, melainkan menghadirkan konektivitas berkualitas sebagai fondasi utama transformasi digital Indonesia.

APJII, lanjut Arif, siap memperluas akses internet hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, APJII terus memperkuat sinergi dengan pemerintah mendukung program strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), seperti Program Kampung Internet dan penyediaan layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan Indonesia Internet Exchange (IIX) sebagai titik interkoneksi nasional yang menjaga lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri agar lebih efisien, cepat, dan andal.

Berdasarkan data Survei APJII, tingkat penetrasi internet nasional terus melonjak. Jika pada 2024 penetrasi mencapai 79,5 persen (sekitar 221 juta jiwa), angka tersebut melesat menjadi 81,72 persen pada 2026 atau setara 235 juta pengguna.

"Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat. APJII akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan," tegasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menyampaikan apresiasi atas kontribusi APJII selama 30 tahun mengawal ekosistem internet nasional. Menurutnya, koneksi internet berkualitas merupakan prasyarat utama berkembangnya ekonomi digital, kreativitas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Ini adalah prasyarat yang dibangun oleh teman-teman APJII. Kalau pemerintah tidak memberikan apresiasi, itu keterlaluan," tutur Ismail.

Ismail berharap APJII terus konsisten mewujudkan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri dalam sektor konektivitas digital, sehingga tak sekadar menjadi pasar bagi raksasa teknologi global.

Ia juga mengajak para penyedia layanan internet di bawah naungan APJII untuk aktif mengawasi pemanfaatan internet demi menjaga ruang digital nasional tetap sehat dan produktif dari ancaman konten negatif.

"Ini hal yang sangat berat dan tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa terwujud jika seluruh elemen ekosistem digital bersatu padu," tutup Ismail.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya