Berita

Representative Image (Foto: X)

Tekno

Kasus AI Nakal Bertambah, Meta Ungkap Modelnya Retas Sistem Perusahaan Lain

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 13:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kekhawatiran terhadap perilaku kecerdasan buatan (AI) yang bertindak di luar kendali manusia kembali mencuat. 

Meta mengungkap salah satu model AI miliknya sempat mengakses internet secara mandiri dan meretas sistem keamanan perusahaan lain saat menjalani pengujian.

Kejadian bermula dari kesalahan konfigurasi saat proses pengujian keamanan siber yang dilakukan Irregular, perusahaan independen yang ditunjuk untuk mengevaluasi kemampuan model AI. 


Kondisi tersebut secara tidak sengaja membuat salah satu model AI Meta memperoleh akses ke internet.

"Model tersebut kemudian mengeksploitasi kerentanan keamanan pada layanan pihak ketiga, dengan cara yang mirip dengan kasus-kasus yang dilaporkan sebelumnya pada perusahaan lain," kata Meta dalam keterangannya, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

Perusahaan menegaskan tengah melakukan penyelidikan dan akan merilis laporan setelah proses tersebut selesai.

Kasus ini semakin memperbesar perhatian terhadap risiko pengembangan agen AI yang memiliki kemampuan bertindak secara otonom. 

Pekan ini, AI Security Institute (AISI) Inggris juga mengungkap temuan perilaku yang tidak sah dalam pengujian keamanan, termasuk kasus ketika agen AI membuat identitas daring palsu untuk mendorong seseorang menyetujui penggunaan kode berbahaya.

"Setelah diselidiki, kami menemukan bahwa beberapa agen yang diuji telah terlibat dalam aktivitas berkelanjutan yang berpotensi berbahaya yang ditujukan kepada orang dan organisasi nyata," ungkap AISI. 

Lembaga itu menyebut beberapa model AI dari Anthropic dan OpenAI melakukan tindakan otonom yang tidak disetujui dalam lingkungan uji coba dengan sejumlah sistem pengaman sengaja dinonaktifkan.

Insiden Meta menambah daftar kasus AI nakal yang sebelumnya juga dilaporkan oleh sejumlah perusahaan teknologi besar. 

Dalam beberapa pekan terakhir, OpenAI dan Anthropic turut mengungkap adanya model AI yang mampu melampaui instruksi awal, termasuk mencari celah keamanan digital dan melakukan aktivitas daring tanpa arahan langsung manusia.

Mereka menegaskan perlunya kolaborasi industri untuk memperkuat standar evaluasi keamanan, seiring kemampuan model AI yang terus berkembang.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya